Wow, Nenek Ini Berhasil Raih Gelar Doktor di Usia 86 Tahun

Wow, Nenek Ini Berhasil Raih Gelar Doktor di Usia 86 Tahun

Wow, Nenek Ini Berhasil Raih Gelar Doktor di Usia 86 Tahun

Wow, Nenek Ini Berhasil Raih Gelar Doktor di Usia 86 Tahun
Wow, Nenek Ini Berhasil Raih Gelar Doktor di Usia 86 Tahun

Menempuh pendidikan tinggi hingga selesai adalah suatu kebanggaan tersendiri, bagi siapa pun itu. Termasuk bagi Peggy Styles, seorang nenek berusia 86 tahun yang mampu menyelesaikan 48.000 pada disertasinya dan menerima gelar doktor dari University of Bristol, Inggris.

Peggy Styles baru saja lulus dari universitas di Inggris dengan gelar doktornya

setelah meninggalkan sekolah secara non-formal pada usia 15 tahun. Lulus di usia 86 tahun, membuat Peggy menjadi mahasiswa tertua yang pernah lulus dari University of Bristol.

Ia memulai kuliah gelar doktornya di usia ke-78 tahun dan telah menghabiskan delapan tahun lamanya untuk menyelesaikan studinya. Bahkan, dalam menempuh pendidikannya itu, Peggy mengaku hampir mati.

“Saya sakit parah saat itu sehingga saya hampir mati. Saya berada di rumah sakit selama sebulan dan harus belajar berjalan lagi,” kata Peggy seperti dilansir dari laman Independent, Senin (31/7/2017).

Saat menjalani studinya, Peggy sempat mengalami infeksi ginjal yang parah

dan membuat perempuan lanjut usia tersebut berjuang hidup sekira tiga tahun yang lalu dan menunda studinya selama 18 bulan hingga kondisi kesehatannya membaik.

“Universitas ini benar-benar mendukung saya untuk menunda studi sampai saya merasa lebih sehat. Dan saya bertekad untuk menyelesaikan gelar doktor saya,” lanjut dia.

Bukan penyakit saja yang menjadi rintangan Peggy dalam menyelesaikan studinya tersebut, melainkan juga kehilangan. Ya, pada saat Peggy menyelesaikan disertasinya yang sebanyak 48.000 kata tersebut, suaminya John meninggal dunia pada Juli 2016 lalu.

Peggy sendiri merupakan warga Belgia yang lahir di Inggris pada tahun 1931

dan kembali ke Belgia saat Peggy kecil berusia enam tahun. Pada 1940, Peggy dan keluarga akhirnya kembali ke Inggris sebagai pengungsi.

Pergolakan di negaranya dan didikan dalam bahasa yang berbeda, berdampak pula pada pendidikan Peggy kecil. Ia harus mengalami putus sekolah pada usia 15 tahun.

Setelah menikah dengan suaminya, Peggy juga membantu mendirikan tempat perlindungan bagi wanita yang dilecehkan. Sebuah peran sukarela yang memicu minat Peggy pada bidang konseling. Usai itu, dia memutuskan untuk kembali ke dunia pendidikan dengan mengambil gelar diploma konseling, pascasarjana, dan ditindaklanjuti dengan gelar magister.

“Meskipun saya berusia 86, saya tidak benar-benar merasa setua itu. Kaki dan lenganku bukan seperti apa adanya, tapi lidahku masih menggeliat dan otakku tetap berfungsi. Aku akan terus belajar selamanya jika bisa,” tandas dia.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi