Untuk Sarjana Pendidikan, Lampung Mengajar Dibuka Akhir Maret

Untuk Sarjana Pendidikan, Lampung Mengajar Dibuka Akhir Maret

Untuk Sarjana Pendidikan, Lampung Mengajar Dibuka Akhir Maret

Untuk Sarjana Pendidikan, Lampung Mengajar Dibuka Akhir Maret
Untuk Sarjana Pendidikan, Lampung Mengajar Dibuka Akhir Maret

Rekrutmen tenaga pendidik untuk program Lampung Mengajar akan segera dibuka.

Untuk dapat mengikuti program tersebut peserta harus berasal dari sarjana pendidikan. Syarat lainnya, umur peserta tidak lebih dari 27 tahun.

“Untuk tanggalnya belum kita pastikan. Tapi kemungkinan akhir bulan maret ini akan kita buka pendaftarannya,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar, Rabu (21/3).

Sulpakar mengatakan, untuk seleksi Disdikbud Provinsi Lampung sudah melakukan MoU dengan Universitas Lampung (Unila). Selama proses penyeleksian tersebut peserta tidak akan berusan dengan Disdikbud Prov Lampung. “Pendaftarannya nanti dikirim lewat pos dan seluruh proses seleksi akan dilakukan Unila,” katanya.

Dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar proses seleksi dapat dilakukan secara transparan

dan terbuka. Sehingga para peserta yang terpilih nantinya benar-benar memenuhi kualifikasi dan berkompeten di bidang pendidikan.

“Setelah diseleksi para peserta tersebut akan diberikan pelatihan selama kurang lebih satu bulan. Sehingga selain siap secara akademik. Sarjana-sarjana muda ini juga siap saat ditempatkan di tengah masyarakat,” terang Sulpakar.

Pada rekrutmen Lampung Mengajar tahun 2018 ini Disdikbud Provinsi Lampung

akan merekrut sebanyak 120 tenaga pengajar. Dari keseluruhan kuota tersebut 50 kuota diperuntukan bagi tenaga pendidik baru. Sedangkan 70 sisanya untuk tenaga pendidik yang sudah terpilih pada tahun sebelumnya. “Tapi dengan catatan mereka mau melanjutkan menjadi tenaga pengajar. Selain itu umurnya juga masih memenuhi syarat,” ungkapnya.

Sulpakar menjelaskan, Program Lampung Mengajar adalah upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka mengatasi kekurangan guru di daerah. Program yang dijalankan sejak tahun 2015 tersebut menurut sulpakar terbukti dapat memberikan solusi atas masalah yang terjadi.

Hal tersebutlah yang akhirnya membuat Disdikbud Provinsi Lampung menambah kuota tenaga pendidik setiap tahunnya. “Kita berharap dengan adanya program ini masalah kekurangan guru di daerah dapat tertangani. Sehingga kualitas pendidikan di Provinsi Lampung semakin baik,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://balad.org/resensi-adalah/