Tokoh-Tokoh Feminisme
Pendidikan

Tokoh-Tokoh Feminisme

Tokoh-Tokoh Feminisme

Tokoh-Tokoh Feminisme

Betty Friedan

Betty Ftiedan, mengetengahkan dalam bukunya The Feminine Mytique versi pragmatic dari bentuk kepastian perempuan. Menurutnya, perempuan merupakan kaum yang pasif atas bentuk kebudayaan yang tetap sebagaimana anggapan feminitas oleh kaum patriakhat.


Germaine Greer

Gagasan Germaine Geer ada kesamaan dengan Friedan yang tertuang dalam The Fermale Eunuch. Keduanya menolak untuk membedakan gambaran, tetapi menyatukannya dalam pendekatan yang tidak berkelas. Greer memperkirakan bahwa ada bentrokan dalam paham feminis, ramalan emansipasi perempuan akan selalu menjadi teoritis, mudah dibaca dan pragmatis.


Simone de Beauvoir

Simone de Beauvior dalam The Second Sex, menetapkan dengan sangat jelas masalah dasar feminis modern. Bila seorang wanita mencoba membatasi dirinya sendiri, ia mulai dengan berkata “saya seorang perempuan” . Tidak ada laki-laki yang berbuat begitu. Kenyataan ini mengungkapkan ketaksimetrisan dasar antara istilah “maskulin” dan “feminis”.


Kate Millet dan Michelle Barrett’ Feminisme Politis

Suatu tingkatan penting dalam feminism modern dicapai oleh Kate Millet dalam buku Sexual Politics (1970). Ia mempergunakan istilah “patriakhi” (pemerintah ayah) untuk menguraikan sebab penindasan wanita. Patriarkhi meletakkan perempuan di bawah laki-laki atau memperlakukan perempuan sebagai laki-laki yang inferior.


Sumber: https://www.fmedia.co.id/hd-wallpapers-apk/