Tips Sederhana Pembuatan Media Budidaya Ikan Belut

Tips Sederhana Pembuatan Media Budidaya Ikan Belut

Tips Sederhana Pembuatan Media Budidaya Ikan Belut

Tips Sederhana Pembuatan Media Budidaya Ikan Belut
Tips Sederhana Pembuatan Media Budidaya Ikan Belut

 Budidaya Belut ternyata tidak harus selalu di tempat yang luas, di daerah Jawa Barat banyak peternak yang melakukan budidaya belut  di sekitar pekarangan rumahnya dan hasil budidayanya ternyata cukup baik.

Kolam Pemijahan

Kolam pemijahan adalah kolam yang digunakan khusus untuk memijahkan atau mengawinkan belut. Kolam ini harus dibuat senyaman mungkin untuk kehidupan belutdan dijaga agar beluttidak kaburselama pemeliharaan dilakukan. Usahakan selama pemeliharaan berlangsung,) belut tidak kekurangan pakan alami—seperti cacing dan ikan kecil. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup belut.

Kolam pemijahan umumnya berisi indukan dengan kapasitas 1 kg (46 ekor) belut/m2. Indukan belut berada di kolam pemijahan ini selama 1,5 bulan, terhitung sejak indukan belut berhasil memijah hingga larva berumur 1-2 minggu. Kedalaman kolam pemijahan sekitar 1 meter. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ukuran kolam pemijahan paling tidak sekitar 3 x 3 x 1 meter.

Kolam Pendederan

ikan hias – Kolam pendederan berfungsi untukmemindahkan larva hasil pemijahan dari kolam pemijahan ke tempat khusus. Pemindahan dilakukan sejak larva berumur dua minggu. Namun, dalam pemeliharaannya, kolam pendederan tersebut disekat dan digunakan untuk menampung benih belut hasil pemijahan yang sama. Tujuannya, agar tingkat kepadatan belut tidak terlalu padat. Dengan demikian, kolam pendederan membutuhkan dua tempat, yakni kolam pendederan I dan kolam pendederan II.

Sekadar informasi, untuk satu kolam pemijahan berukuran 3 x 3 x 1 meter membutuhkan dua kolam pendederan berukuran 2 x 2 x 1 meter dengan kepadatan 20-25 ribu ekor larva belut. Selama proses pemijahan hingga bibit belut slap dijual atau dibesarkan, dibutuhkan waktu sekitar empat bulan.

  • Untuk kolam berukuran 3 x 3 x 1 meter, sediakan 4 m3tanah, 25 kg kotoran ternak, dan dua batang pohon pepaya yang telah dicacah.,
  • Masukkan semua bahan tersebut ke dalam kolam, aduk rata dengan cara dicangkul, dan biarkan selama satu bulan sambil diairi layaknya pengairan sawah setinggi 2 cm.
  • Setelah itu, jika tanah dirasa belum halus, aduk kembali bahan tersebut, alirkan air layaknya perlakuan sebelumnya, lalu biarkan selama satu minggu hingga satu bulan.
  • Pegang tanahtersebutdengantangan,jika teksturnya telah berubah menjadi lebih halus—seperti tekstur tanah sawah—berarti tanah sudah bisa digunakan.

Jerami Padi

Jerami padi berfungsi untuk menghadirkan plankton dan cacing tanah. Jerami padi yang digunakan sebaiknya merupakan jerami yang sudah lapuk. Cirinya, ketika dipegang dengan tangan akan mudah rapuh atau hancur. Selain itu,dari fisiknya jugs terlihat berwarna cokelat. Hal ini perlu dipahami karena jerami yang belum lapuk jika dipaksakan digunakan sebagai campuran media pemeliharaan belut akan menimbulkan gas fermentasi yang dapat menyebabkan belut mati.

Gedebog Pisang.

Selain dapat menghadirkan pakan alami belut, gedebog pisang juga berfungsi untuk menstabilkan pH air. Selain gedebog pisang, bonggol pisang yang sudah lapuk juga bisa digunakan untuk campuran media pemeliharaan  belut.

Kotoran Ternak (Pupuk Kandang)

Kotoran ternak yang sudah bisa dipakai untuk media pemeliharaan belut adalah kotoran ternak yang berasal dari sapi, kerbau, atau kambing yang sudah agak lama (tidak mengandung gas)—kira-kira yang sudah dibarkan sekitar 2-4 minggu. Kotoran ternak ini berfungsi untuk memperkaya kandungan nutrisi media pemeliharaan dan menjaga iliesuburan tanah.

Membuat Media Pemeliharaan

Untuk kolam berukuran 3 x 3 x 1 meter dibutuhkan bahan campuri yang terdiri atas tanah sebanyak 4 m3, kotoran ternak sapi atau kerbi sebanyak 4 karung (ukuran 25 kg), gedebog pisang lapuk sebany 3 karung, dan jerami lapuk 2 karung. Untuk ukuran kolam yang leb luas, perbandingan antara kotoran ternak, gedebog pisang, dan jerar adalah 3 : 2 : 1 yang dikalikan dengan luasan kolam.

Proses Pematangan Media

Setelah bahan-bahan media disiapkan, langkah selanjutnya adalah mencampurkan semua bahan tersebut. Berikut cara perlakuan dan aplikasinya.

  • Potong kecil-kecil jerami, lalu campurkan dengan pupuk kandang, dan batang pisang yang telah
  • Aduk rata semua bahan tersebut untuk mempercepat dan mempermudah proses fermentasi.
  • Hamparkan campuran bahan tersebut setinggi 10 cm di atas permukaan semen atau di tanah yang dilapisi dengan plastik atau terpal.
  • Semprotkan campuran biokomposer sebanyak 5 liter di atasnya hingga merata.
  • Hamparkan lagi bahan media di atasnya dan ulangi cara tersebut hingga ketinggian lapisan media mencapai 50 cm.
  • Tutup campuran media dengan karung goni, lalu biarkan selama tujuh hari.Setelah itu, buka karung goni lalu balikkan media tiga kali dalam seminggu sambil diangin-anginkan agar gas sisa fermentasi dapat keluar. Selanjutnya, media siap dicampurkan dengan tanah.