Thomas Aquinas (1225-1274 M.)
Pendidikan

Thomas Aquinas (1225-1274 M.)

Thomas Aquinas (1225-1274 M.)

Thomas Aquinas (1225-1274 M.)

Puncak kejayaan masa skolastik dicapai melalui pemikiran Thomas Aquinas (1225-1274 M.). Lahir di Roccasecca, Italia 1225 M dari kedua orang tua bangsawan[9]. Nama sebenarnya adalah Santo Thomas Aquinas, yang artinya Thomas yg suci dari Aquinas. Di samping Ia sebagai ahli pikir juga seorang dokter gereja bangsa Italia. Ia lahir di Rocca Secca, Napoli, Italia. Ia sebagai tokoh terbesar Skolastisisme,salah seorang suci gereja Katolik Romawi & pendiri aliran yang di nyatakan menjadi filsafat resmi gereja katolik. Tahun 1245 belajar pada Albertus Magnus.  Menjadi  guru besar dalam ilmu agama di Perancis tahun 1250 dan tahun 1259 menjadi guru besar dan penasihat Paus

Karya Thomas Aquinas telah menandai taraf yang tinggi dari aliran Skolastisisme pada abad pertengahan. Ia berusaha untuk membuktikan, bahwa Iman Kristen secara penuh dapat di benarkan dengan pemikiran logis. Ia telah menerima pemikiran Aristoteles sebagai otoritas tertinggi ttg pemikirannya yg logis. Menurut pendapatnya, semua kebenaran asalnya dari Tuhan. Kebenaran di ungkapkan dengan jalan yang berbeda-beda, sedangkan iman berjalan di luar jangkauan pikiran. Ia menghimbau agar orang-orang untuk mengetahui hukum alamiah ( pengetahuan ) yang terungkap dalam kepercayaan. Tidak ada kontradiksi antara pemikir dan iman. Semua kebenaran mulai timbul secara ketuhanan, walaupun Iman diungkapkan lewat beberapa kebenaran yang berada di luar kekuatan pikir

Thomas telah menafsirkan pandangan bahwa Tuhan sebagai tukang boyong yang tidak berubah dan yang tidak berhubungan dengan atau tidak mempunyai pengetahuan tentang kejahatan-kejahatan di dunia. Tuhan tidak pernah mencipta dunia tetapi zat dan pemikirannya tetap abadi. Selanjutnya Ia katakan, bahwa Iman lebih tinggi dan berada di luar pemikiran yang berkenaan sifat Tuhan dan alam semesta. Timbulnya pokok persoalan yang actual dan praktis dari gagasannya adalah “ pemikirannya dan kepercayaannya telah menemukan kebenaran mutlak yang harus diterima oleh orang-orang lain “ pandangannya inilah yang menjadikan perlawanan kaum protestan. Karena sikapnya yang otoriter

Thomas sendiri menyadari bahwa tidak dapat menghilangkan unsur-unsur Aristoteles. Bahkan Ia menggunakan ajaran Aristoteles, tetapi system pemikirannya berbeda. Masuk nya unsure Aristoteles ini di dorong oleh kebijakan pimpinan gereja Paus Urbanus V ( 1366 ) yang memberikan angin segar untuk kemajuan filsafat. Kemudian Thomas mengadakan langkah-langkah yaitu :

Ø  Langkah pertama, Thomas menyuruh teman sealiran Willem van Moerbeke untuk membuat terjemahan baru yg langsung dari Yunani. Hal ini untuk melawan Aristotelianisme yg berorientasi pada Ibnu Rusyd dan upaya ini mendapat dukungan dari Siger Van Brabant

Ø  Langkah kedua pengkristenan ajaran Aristoteles dari dalam bagian-bagian yang bertentangan dengan apa yang di anggap Kristen bertentangan sebagai firman Aristoteles, tetapi di upayakan selaras dg ajaran Kristen

baca juga :