Teori Kepuasan Kerja dan Faktornya

Teori Kepuasan Kerja dan Faktornya

Teori Kepuasan Kerja dan Faktornya

Teori Kepuasan Kerja dan Faktornya
Teori Kepuasan Kerja dan Faktornya

Teori Kepuasan Kerja

Terdapat beberapa teori kepuasan kerja, diantaranya:

Two Factor Theory

Teori ini menyatakan bahwa kepuasan dan ketidakpuasan merupakan bab dari kelompok variabel yang berbeda yakni motivators dan hygiene factors. Ketidakpuasan dihubungkan dengan kondisi disekitar pekerjaan menyerupai kondisi kerja, upah, keamanan, kualitas pengawasan dan relasi dengan orang lain dan bukan dengan pekerjaan itu sendiri. Karena faktor mencegah reaksi negatif disebut dengan hygiene atau maintainance factors. Sebaliknya kepuasan ditarik dari faktor yang berafiliasi dengan pekerjaan itu sendiri atau hasil eksklusif menyerupai sifat pekerjaan, prestasi dalam pekerjaan, peluang promosi dan kesempatan untuk pengembangan diri dan pengakuan. Karena faktor ini berkaitan dengan tingkat kepuasan kerja tinggi disebut dengan motivators.

Value Theory

Menurut teori ini menyatakan kepuasan kerja terjadi pada tingkatan dimana hasil pekerjaan diterima individu menyerupai yang diharapkan. Semakin banyak orang mendapatkan hasil, maka akan semakin puas dan sebaliknya. Kunci menuju kepuasan pada teori ini yaitu perbedaan antara aspek pekerjaan yang dimiliki dengan yang diinginkan seseorang. Semakiin besar perbedaan, maka semakin rendah kepuasan orang.

Teori Ketidaksesuaian

Teori ini pertama sekali dikemukakan oleh porter (1961), Teori ini menyatakan bahwa setiap orang menginginkan biar sejumlah pekerjaan yang telah disumbangkan kepada pemberi kerja akan dihargai sebesar yang diterima secara kenyataan.

Teori Keadilan

Teori ini pertama sekali dikemukakan oleh Zaleznik (1958), lalu dikembangkan oleh Adams (1963). Teori ini menandakan kepada seseorang merasa puas atau tidak puas atas situasi tergantung pada perasaan adil (equity) atau tidak adil (inequity). Perasaan adil dan tidak adil atas suatu situasi didapat oleh setiap orang dengan cara mebandingkan dirinya dengan orang lain pada tingkat dan jenis pekerjaan yang sama, pada daerah maupun ditempat yang berbeda.

Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Adapun faktor-faktor yang mensugesti kepuasan kerja diantaranya:

Menurut Blum (1956) dalam As’ad (1999), Faktor-faktor yang mensugesti kepuasan kerja yaitu:
Faktor individual, meliputi umur, kesehatan, watak dan harapan
Faktor sosial, meliputi relasi kekeluargaan, pandangan masyarakat, kesempatan bereaksi, acara perserikatan pekerja, kebebasan berpolitik dan relasi kemasyarakatan
Faktor utama dalam pekerjaan, meliputi upah, pengawasan, ketentraman kerja, kondisi kerja dan kesempatan untuk maju.

Menurut Mangkunegara (2009:120), terdapat 2 faktor yang mensugesti kepuasan kerja yaitu:
Faktor pegawai, meliputi kecerdasan (IQ), kecerdasan khusus, umur, jenis kelamin, kondisi fisik, pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja, kepribadian, emosi, cara berfikir, persepsi, dan perilaku kerja. Faktor pekerjaan, meliputi jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat (golongan), kedudukan, mutu pengawasan, jaminan finansial, kesempatan promosi jabatan, interaksi sosial, dan relasi kerja.

Menurut Sutrisno (2009:82-84), faktor yang mensugesti kepuasan kerja diantaranya: Kesempatan untuk maju, Keamanan kerja, Gaji, Perusahaan dan manajemen, Pengawasan dan juga atasannya. Supervisi yang jelek berakibat ketidakhadiran dan turnover. Faktor Intrinsik dari pekerjaan. Sukar dan mudahnya serta pujian akan kiprah sanggup meningkatkan atau
mengurangi kepuasan. Kondisi kerja meliputi ventilasi, penyiaran, kantin dan daerah parkir. Aspek sosial dalam pekerjaan Komunikasi Fasilitas.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html