Perkebunan

Teori Asal-Usul Qira’at

Teori Asal-Usul Qira’at

Para ulama telah banyak mencoba menjelaskan tentang asal-usul munculnya qiro’ah ini. Yang pada umumnya, mereka bersandar pada latar belakang linguistik dan hadits-hadits Nabi yang menerangkan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dalam tujuh huruf.

  1. Latar belakang linguistik

Di zaman Jahiliyah, orang Arab mempunyai beberapa bahasa (dialek) yang berbeda terutama dalam pengucapannya. Akan tetapi, mereka tetap mengutamakan bahasa Quraisy yang dengan bahasa itu Allah menurunkan Kitab Suci-Nya. Bahasa Quraisy mengatasi semua dialek yang hidup di jazirah Arabia yang jumlahnya sampai puluhan. Hal ini karena beberapa faktor antara lain: (Tim UII, Mukadimah, 2004:18)

  1. Kota Mekah (yang memakai bahasa Quraisy) adalah pusat perniagaan dan pusat kegiatan sosial, budaya dan agama. Ini karena di kota Mekah ada rumah suci (Baitullah atau Ka’bah) dan karena banyaknya penguasa-penguasa Arab yang berasal dari kota itu.
  2. Bahasa Quraisy adalah bahasa yang paling kaya dengan kata asing yang di Arabkan, sedangkan pada dialek lain tidak banyak menyerap kata asing itu. Tidak mengherankan kalau Al-Qur’an turun dengan bahasa Arab Quraisy yang kaya dengan bahasa asing sehingga memudahkan pengertian orang. Apa lagi di kota Mekah berkumpul ahli bahasa, sastrawan dan ahli-ahli pidato. Tidak mengherankan, bila kabilah-kabilah Arab yang di sekitar kota Mekah terpengaruh dialek Quraisy yang beda dengan dialek lain. Lama kelamaan menimbulkan perbedaan dalam membaca Al-Qur’an sekali pun tidak merusak makna ayat yang mereka baca.

Dari latar belakang linguistik itulah akhirnya timbul suatu istilah yang terkenal dengan “Qira’at Tujuh” (Qira’at Al-Qur’an yang dinisbatkan pada Imam Tujuh).

sumbe r

POS-POS TERBARU