Umum

Teman Kerja Co Working

Teman Kerja Co Working

Era digital saat ini sedang mengubah cara masyarakat beroperasi. Pekerjaan tidak harus dilakukan di kantor formal, yang membutuhkan tempat formal seperti kantor biasa. Zaman telah membuka kesempatan kerja yang bahkan tidak pernah dikenal sebelumnya. Banyak peluang untuk menghasilkan uang dari item non-perdagangan. Dan peluang tersebut sangat diminati oleh anak muda yang sering disebut dengan kaum milenial.

Sebut saja YouTuber atau penulis konten, dan sederet profesi lain yang tentunya bisa mendapatkan hasil lumayan besar jika dikerjakan dengan rajin. Menariknya, profesi ini tidak membutuhkan tempat khusus untuk bekerja, bahkan Anda tidak perlu bertemu orang lain sebagai klien. Dengan sifat pekerjaan yang demikian, tentunya tidak perlu ada kantor biasa. Orang dengan profesi ini hanya membutuhkan meja, kursi dan koneksi internet. Pekerjaan semacam ini bisa dilakukan di rumah, di kost, atau bahkan di luar ruangan.

Hanya saja, suasana tempat-tempat tersebut terkadang memengaruhi mood kerja. Waktu dan tempat yang tepat untuk bekerja akan meningkatkan semangat dan produktivitas. Tempat yang mendukung hal tersebut dapat diperoleh melalui beberapa aspek, seperti tempat yang didedikasikan untuk bekerja, keberadaan orang lain yang bekerja sama, dan alat bantu untuk bekerja seperti outlet charger, Wi-Fi, printer, dan c D. Hanya untuk menciptakan tempat yang memenuhi persyaratan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, apalagi jika karyawannya adalah seorang individu.

Beberapa pengusaha yang memulai bisnis bernama Co-Working Space memanfaatkan peluang ini. Ruang seperti itu menyediakan ruang, suasana, dan ruang kerja yang bisa disewa oleh individu pekerja. Salah satunya adalah klien yang kami layani yaitu Mbak Evit dan Mbak Wiki. Dia berdua punya kamar di Jalan Parangtritis. Tempatnya adalah toko-toko berukuran 3 x 9 m2. Ide untuk menciptakan coworking space berawal dari Ibu Vicky yang sudah lama menjadi wirausaha dan berkecimpung di dunia bisnis. Selain itu, Jl. Parangtrit merupakan salah satu kawasan kota yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Selain itu, belum banyak coworking space di kota Yogyakarta yang mampu menampung banyaknya tenaga profesional yang bekerja di kota ini.

Hal pertama yang membuat kami khawatir adalah acara yang akan diselenggarakan di lokasi ini. Selain coworking space, tempat ini juga terdapat mini café yang menyajikan makanan dan minuman kepada tenant. Rencananya pada waktu-waktu tertentu tempat ini akan dijadikan sebagai tempat pelatihan kreatif yang mayoritas penggunanya adalah kaum muda.

Ide awal yang diterapkan adalah memisahkan zonasi. Saat ruang yang tersedia semakin luas, kami membagi area menjadi beberapa zona di sepanjang ruangan. Fasad merupakan area resepsionis yaitu front office dan kasir. Area ini kami buat agar kasir bisa mengamati aktivitas di dalamnya, sekaligus untuk pengawasan keamanan.

Setelah penerima, kami membuat area kerja tempat klien menggunakan ruang kerja mereka. Kenapa kita letakkan di dalam yaitu untuk konsentrasi kerja yang lebih besar, karena jauh dari zona kebisingan dan lalu lintas yang tidak terlalu jauh dari coworking building.

Di bagian paling ujung adalah area layanan, dimana area ini terdiri dari kamar mandi, dapur, dan musala. Bagian belakang ini diapit oleh pintu besar yang ada dari bangunan yang sudah ada. Pembatas kamar mandi dibuat dengan tirai bergaya Jepang, sesuai dengan tema kayu yang memenuhi ruangan.

percayakan pekerjaan anda: tubaguskencanaarsitek.co.id

Kami menggunakan coworking terrace atau halaman sebagai lampiran jika ruang interior tidak memenuhi kebutuhan. Selain itu, sebagai area merokok, interiornya adalah kamar ber-AC. Bagian depan ini hanya aktif pada malam hari karena terlalu panas pada siang hari, menggunakan atap polycarbonate transparan.