Tata Cara Berdo’a Dan Waktu Yang Afdhal Untuk Berdo’a

Tata Cara Berdo'a Dan Waktu Yang Afdhal Untuk Berdo'a

Tata Cara Berdo’a Dan Waktu Yang Afdhal Untuk Berdo’a

Tata Cara Berdo'a Dan Waktu Yang Afdhal Untuk Berdo'a
Tata Cara Berdo’a Dan Waktu Yang Afdhal Untuk Berdo’a

Rasulullah s.a.w. sangat mengutamakan berdo’a dan dia berkata : “Bahwa doa itu ialah otak dari padaa segala ibadah, dia berdo’a dalam sholat, dia berdo’a diluar sholat, dia menyuruh keluarganya berdo’a, dia menyuruh teman dekatnya berdo’a dan menyuruh ummat islam memanjatkan do’a. Kehidupan insan sudah tertulis dalam qadha dan qadhar dan spesialuntuk doalah yang sanggup mengubah goresan pena itu untuk memperbaikinya. Apabila Allah sudah membuka pintu doa bagi hambanya maka pasti orang itu akan memperbanyak do’anya dan Allah mengabulkannya. Dan untuk mendapat dikabulkan do’a tersebut tentunya harus kita jalani ketentuan dan syarat dalam berdo’a tersebut. Dan adapun syarat dalam berdoa tersebut ialah sebagai diberikut :

Adab untuk Persiapan berdo’a

Adapun persiapan utnuk memulai berdoa, maka seseorang hendaknya melaksanakan budpekerti berdoa dalam 5 tingkat yaitu :
Menghadap kiblat
Memuji kepada Allah dengan membaca :” Alhamdulillahi ‘alaa Kulli haal” Segala puji bagi Allah yang mengetahui segala hal.
Bertasbih kepada Allah dengan membaca “Subhana Rabbil ‘aliyyul wahhab” Maha Suci Allah Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah/Pemdiberi.
Bersalawat kepada Nabi Besar Muhammad s.a.w dengan membaca: “Allahumma Salli Alaa Muhammad wa Ala Ali Muhammad”.
Permintaan ampun untuk diri sendiri untuk kedua Ibu dan Bapak, dengan membaca: “Rabbighfirly wa liwalidayya. Warhamuma kama Robbayani sagira”. Menurut Imamul Ghazali dalam Kitab Ahya, budpekerti tersebut di atas patut dilakukan seseorang dalam mempersiapkan diri berdo’a sebagai jalan untuk segera dikabulkannya do’anya.

Adab dalam berdo’a

Seseorang dalam melaksanakan do’a sangat patut melaksanakan beberapa budpekerti berdo’a:
Mengucapkan nama Allah, yaitu: “Bismillahir Rahmani Rahim”.
Menghadirkan Hati (hudurul Qalbi) dengan penuh harap dan dengan sungguh-sungguh yakin akan diterimanya do’anya itu. Tidak boleh lengah, dan merasa takut bila do’anya itu tidak terkabul.
Do’a itu diucapkan dengan penuh ikhlas, mendekatkan diri kepada Allah dan khusyu’ serta tawadhu dengan hati yang tenang.
Do’a itu diucapkan dengan terang dan diulang-ulangi 3 kali terkena ucapan-ucapan yang dianggap sangat penting, sehingga do’a itu segera diterima oleh Allah.
Dalam berdo’a diangkat kedua-belah tangan dari permulaan do’a dan disapukan kemuka sehabis do’a itu final diucapkkan.
demikianlah antara lain cuplikan dari Kitab Pengantar Ilmu Tarekat oleh Abubakar Aceh terkena budpekerti berdo’a.

Baca Juga: Ayat Kursi

Saat-saat yang paling baik untuk bedo’a

Akhli-akhli shufi memakai waktu-waktu yang baik dalam melaksanakan do’a. Waktu yang baik dan muliaa dalam melaksanakan do’a antara lain yaitu :
Dalam bulan Ramadhan
Bulan Rajab pada malam mi’raj Nabi Muhammad saw.,
Bulan Nisfu Sya’ban,
Hari Arafah,
Hari jum’at,
Waktu tengah hari,
Waktu jauh malam sunyi,
Waktu sujud,
sesudah shalat,