Tahalul, Wukuf, Mudzalifah Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tahalul, Wukuf, Mudzalifah Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tahalul, Wukuf, Mudzalifah Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tahalul, Wukuf, Mudzalifah Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Tahalul, Wukuf, Mudzalifah Aplikasinya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tahalul

Pelayanan sosial secara individual.
Tahalul adalah menggunting rambut bagi jamaah yang telah melakukan prosesi sai dalam umrah. Sai adalah bagaimana seorang individu dapat mencapai prestasi tertinggi di dlam bidang masing-masing. Sorang ilmuwan yang sai adalah ilmuwan yang dapat terus berprestasi dalam disiplin ilmunya sehingga menemukan teori-teri yang baru. Seorang teknokrat yang Sai adalah teknokrat yang dapat melakukan inovasi teknologi. Seorang busnismen yang Sai adalah busnismen yang dapat sukses dalam terobosan baru dalam bidang ekonomi. Politisi yang sai adalah politisi yang handal dalam bidangnya. Itu semuanya harus dapat di ” tahalul “kan dalam arti , seluruh kepandaian, keilmuan, pemikiran, kerja politik, kerja ekonomi, harus dapat menjadi sumbangsih kepada individu yang lain dan kepada kemaslahatan masyarakat yang lain, sehingga seorang ilmuwan akan mendapat pahala jariyah dari teori keilmuan yang dihasilkan, seorang teknokrat dapat pahala jariyah dari inovasi teknologinya, seorang politisi dapat pahala jariyah dari terobosan politiknya, dan seorang peniaga dapat pahala jariyah dari sumbangan sedekah, infaq kepada orang yang memerlukan dari kekayaan yang dimilikinya. . Inilah yang dimaksudkan dengan “tahalul” profesi, dan keilmuan dalam berbagai bidang kehidupan, dalam arti ilmu, profesi, kekayan, karier yang dimilinya tersebut bukan hanay dinikmati oleh dirinya secara individu, tetapi juga dapat membantu orang yang lain, sehingga secara individu dia telah mealkukan kewajiban sosial secara personal. Itulah sebabnya Rasulullah bersabda : ” Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidupnya berguna dan bermanfaat bagimanusia yang lain.

Wukuf

Menggalangpotensi dan jaringan, menyusun langkah dan program umat, mengatur strategi, menghadapi tantangan dan masa depan. Wukuf adalah berhenti. Wukuf berarti individu muslim yang telah berprestasi dalam bidang masing-masing diharapkan dapat berhenti sejenak, bukan berhenti untuk tidak berkarya, tetapi berhenti untuk menyatukan langkah, menggalang jaringan dan potensi, menyusun program untuk menghadapi tantangan dan masa depan. Wukuf berarti membentuk jaringan inter disiplin dan antar disiplin. Wukuf berarti membangun kerjasama antar kelompok umat, antar jamaah, antar firqahh, menyususn program bersama untuk satu tahun mendatang. Wukuf adalah kongres umat islam sedunia dalam dibang dan profesi masing-masing.

Penjelasan

Dengan wukuf, maka setiap individu dapat mengenal bagaimana hubungan dirinya dengan Allah. Dengan wukuf berarti setiap muslim harus mengenal dirinya, mengadakan refleksi kehidupan dalam profesi masing-masing. Dengan wukuf berarti seorang itu mengenal potensi dirinya masing-masing, dan juga mengenal kelemahan dan kekurangan dirinya. Dengan wukuf, berarti setiap orang dapat mengenal kelebihan orang lain, sehingga dia dapat menjalin kerjasama. Dengan wukuf juga berarti antar kelompok dan jamaah umat dapat duduk bersama menyusun program terpadu. Dengan wukuf juga berarti setiap muslim mengenal dan mencari informasi bagaimana strategi musuh umat islam yang selalu berusaha menghancurkan islam di setiap kawasan. Itulah sebabnya wukuf tersebut berada di bumi Arafah.. Arafah dalam bahasa arab artinya mengenal, diharapkan dengan wukuf, setiap muslim dalam melakukan analisa ” SWOT ” sebagaimana dilakukan dalam bidang manajemen.
Dengan adanya kerjasama antar individu dan kelompok, dengan mengenal diri, mengenal kawan, mengenal musuh, mengenal potensi, maka barulah setiap individu menjadi “rahmat ” bagi suatu umat. Seorang ilmuwan dapat menjadi rahmat bagi umat, dengan ilmunya.

Muzdalifah

Persiapan menghadapi ancaman dan tantangan.
Dari prosesi wukuf maka umat islam harus dapat melihat apa saja tantangan baik secara internal maupun eksternal. Ancaman dan tantangan tersebut harus dihadapi dengan kekuatan lahir dan batin. Kekuatan jiwa dan batin dengan mendekatkan diri kepada Allah, melakukan qiyamul lain, bermunajat kepadaNya. Itulah sebabnya mengambil batu di Muzdalifah dilakukan di malam hari lewat tengah malam, bukan disiang hari. Setiap individu, seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan dan problematikan kehidupan harus mendekatkan diri kepada Tuhan meminta pertolongan, petunjuk, dan kekuatan. Tetapi kekuatan batin harus diikuti dengan kekuatan lahir, yaitu mempergunakan senjata apapun yang mungkin dapat dipakai sesuai dengan bentuk tantangan dan serangan. Batu adalah melambangkan manusia harus berinisiatif mencari alat untuk melawan kekuatan lawan, baik dengan inovasi teknologi dan sistem. Serangan ekonomi,harus dilawan dengan kekuatan ekonomi, serangan teknologi dengan kekuatan teknologi, serangan budaya dengan kekuatan budaya, serangan keilmuan dengan kekuatan keilmuan dan lain sebagainya. Melawan musuh dengan strategi yang tepat itulah yang disebut dalam al Quran : ” Dan persiapkanlah dirimu dengan kekuatan apa saja untuk menghadapi musuh “.( QS. Al Anfal : 60 ).

Baca Juga: