Pendidikan

Sigmund Freud

Sigmund Freud

      Pendapat S. Freud unsure kejiwaan yang menjadi sumber kejiwaan agama ialah libido sexuili ( naluri seksual ). Berdasarkan libido ini timbullah ide tentang ketuhanan dan upacara keagamaan setelah melalui proses.

  1. a)Oedipoes complek

            mitos yunani kuno yang menceritakan bahwa karena perasaan cinta kepada ibunya, maka oedipoes membunuh ayahnya. Kejadian yang demikian itu berawal dari manusia primitive. Mereka bersekongkol untuk membunuh ayah yang  berasal dalam masyarakat promiscuitas. Setelah ayah mereka mati, maka timbullah rasa bersalah ( sense of guilt ) pada diri anak-anak itu.[10]

  1. b)Father image ( citra bapak )

            Setelah mereka membunuh ayah mereka dan dihantui oleh rasa bersalah itu, timbullah rasa penyesalan. Perasaan itu menerbitkan ide untuk membuat suatu cara sebagai penebus kesalahan mereka yang telah mereka lakukan. Timbullah keinginan untu memuja arwah ayah yang telah mereka bunuh itu, karena khawatir akan pembalasa arwah tersebut. Realisasi dari pemujaan itulah menurutnya sebagi asal dari upacara keagamaan. Jadi menurut Freud, agama muncul  dari ilusi ( khayalan ) manusia.

  1. c)William Mac Dougall[11]

                        Sebagai salah seorang ahli psikologi instink, ia berpendapat bahwa memang instink khusus sebagai sumber agama tidak ada.  Ia berpendapat sumber kejiwaan agama merupakan  kumpulan dari beberapa instink. Menurut Mac Dougall, pada diri manusia terdapat 14 macam instink. Maka agama timbul dari dorongan instink secara terintekrasi. Namun demikian teori instink agama ini banyak mendapat bantahan dari para ahli pisikologi agama. Alasannya, jika agama merupakan instink, maka setiap orang tanpa harus belajar agama pasti akan terdorong secara psontan ke gereja, begitu mendengar bunyi lonceng greja. Tetapi kenyataannya tidak demikian.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/