Sejarah Sekularisme dan Agama dalam Pandangan Islam

Sejarah Sekularisme dan Agama dalam Pandangan Islam

Sejarah Sekularisme dan Agama dalam Pandangan Islam

Sejarah Sekularisme dan Agama dalam Pandangan Islam
Sejarah Sekularisme dan Agama dalam Pandangan Islam

Sejarah Sekularisme Agama

Sekularisme berasal dari bahasa Inggis; secularism yang berarti bersifat keduniaan (worlly). Termonologi sekularisme diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab dengan imaniyyah, dan tersebar luas di Mesir dan Afrika Utara, non-agama (irriligious). Non-spiritual (un-spiritual; larthly; mundane) lawan katanya adalah : suci (holy), yaitu bersifat keagamaan (religious). Jadi sekularisme menempatkan hal-hal ilmiah, tata aturan dan masalah-masalah sosial pada posisi agama.

Cirinya

Historis seklar sebagaimana juga Marxizme-Tribul di Barat sebagai reaksi terhadap Kristianisme pada akhir abad pertengahan sekularisme adalah satu isme dalam kultur yang memiliki ciri berikut :

a. Secara sadar mengonsintrasikan atau memusatkan prhatian semata-mata kepada masalah duniawi.
b. Dengan sadar pula manusia mengasingkan dan menyisihkan peranan agama atau wahyu dan Tuhan dari berbagai segi kehidupan.

Karena peradaban barat memiliki sifat dan karakter sekuler, sekalipun semua peradaban memiliki otoritas Tuhan yang bersifat metafisik (non-materi). Oleh sebab itu peranan Tuhan “disingkirkan” dari urusan Negara, sosial dan peradaban. Dalam peradaban Islam yang menampilkan aqidah Islam, mewakili ideologinya serta jalan pikiran umatnya sejak ia menjadi ruh dalam setiap peradabannya yang mencakup politik, sosial, ekonomi, Negara arsitektur dan lainsebagainya. Khusus prinsip syari’ah bukan ciptaan manusia melainkan ia buatan Tuhan melalui wahyu ajaran yang dianut oleh manusia, bukan ciptaan manusia seperti dalam peradaban Barat hokum sipil (yang berlaku dalam peradaban Barat).

Agama dalam Pandangan Islam

Sedangkan dalam Islam agama terjemahan dari lafadz addin, yakni suatu syarat atau perundang-undangan lengkap di luar ciptaan manusia. Kata agama juga terjemahan dari kata millah yang artinya masyarakat yang melakukan upacara (tradisi) peribadatan.

Sebagaimana yang selama ini berkembang dalam kehidupan masyarakat agama di pandang sebagai kebutuhan asasi dan fitrah bagi manusia. Dalam hal demikian agama mampu menjembatani kebutuhan yang bersifat personal berupa kebutuhan agama tersebut. Persoalannya kemudian ternyata tidak hanya berhenti sebagai kebutuhan dasar atau fitrah, akan tetapi muncul banyak persoalan kemanusiaan yang membutuhkan peran optimal agama yang diantaranya berkaitan dengan masalah sekularisme.

Secularist, orang yang berpendapat bahwa pendidikan dan soal-soal sipil lainnya hrus jauh dari unsur-unsur keagamaan; paham seperti itu disebut sekularisme. Istilah yang dipakai untuk menyatakan suatu proses yang dengan demikian rupa berlakunya, sehingga orang, golongan atau masyarakat yang bersangkuatan semakin berhaluan duniawi, artinya semakin memalingkan mukanya dari agama atau semakin kurang memedulikan nilai-nilai alam norma-norma yang dianggap kekal dan sebagainya, dalam kebudayaan Barat hal tampak misalnya dimana sehabisnya zaman pertengahan dan di zaman pecerahan (aufhlarung) penyitaan hak milik gereja yang dilakukan oleh badan-badan masyarakat, serikat kerja atau Negara, kejadian semacam ini tampak misalnya di Rusia sewaktu dan sesudah revolusi tahun 1917.

Penjelasan

Islam sebagai agama dunia dan akhirat, sangat memperhatikan masalah duniawi. Akan tetapi masalah duniawi ini tidak dapat di lepaskan dari masalah ukhrowi, tak dapat di pisahkan dari agama atau wahyu dan Tuhan. Islam dapat sejalan dengan sekularisme karena yang terakhir ini dalam rangka memusatkan perhatiannya kepada masalah dunia itu, telah secara sadar memalingkan muka dari agama atau wahyu dan Tuhan adalah kehidupan sehari-hari. Umat Islam menentang sekularisme karena sekularisasi adalah proses yang membawa orang, golongan, masyarakat semata-mata berhaluan duniawi kian lama kian memalingkan muka dari agama atau wahyu dan Tuhan. Di lain sisi, Islam adalah agama harmoni, agama keseimbangan antara dunia akhirat.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/