Santri di Bawah Umur Polisi Buru Korban Lain Kebejatan Imbar

Santri di Bawah Umur Polisi Buru Korban Lain Kebejatan Imbar

Santri di Bawah Umur Polisi Buru Korban Lain Kebejatan Imbar

Santri di Bawah Umur Polisi Buru Korban Lain Kebejatan Imbar
Santri di Bawah Umur Polisi Buru Korban Lain Kebejatan Imbar

Polisi terus mendalami kasus pencabulan

yang dilakukan pendiri Ponpes Nurul HIdayah M. Shodiqin alias Imbar Mulyono. Polisi terus mencari korban lain selain Wulan (11), bukan nama sebenarnya, yang sudah terbukti dicabuli pria asli Purworejo tersebut.

“Kami terus mencari korban lain yang diduga telah dicabuli tersangka,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polwiltabes Surabaya, AKP Mirmaningsih, saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (25/3/2010).

 

Karena itu Mirma terjun langsung ke Ponpes Nurul Hidayah

di Jalan Gadel Timur I/9A. Di sana dia dan anggotanya berusaha meminta keterangan para santri wanita dan mencari bukti lain.

Korban yang melapor memang baru hanya satu yakni Wulan. Tapi dari keterangan Wulan, ada satu korban lain yang juga dicabuli yakni AH (9), warga Sidowungu, Menganti. AH yang masih duduk di kelas III MI itu juga adalah santri ponpes sekaligus teman Wulan.

 

Imbar sendiri sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka

berdasarkan laporan dan pengakuan dari Wulan. Imbar ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 82 UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, ratusan warga menggeruduk Ponpes Nurul Hidayah, Selasa (23/3/2010) malam. Mereka kesal dengan ulah dan perilaku pendiri ponpes, M. Shodiqin alias Imbar Mulyono yang berbuat cabul terhadap santri-santrinya.

Baca Juga :