Agama

Rukun Mudharabah, Syarat & Macamnya

Rukun Mudharabah, Syarat & Macamnya

Rukun Mudharabah, Syarat & Macamnya

Rukun Mudharabah

Rukun akad mudharabah menurut Hanafiah adalah ijab dan qabul, dengan menggunakan lafal yang menunjukan kepada arti mudharabah. Lafal yang digunakan untuk ijab adalah lafal mudharabah, muqharadah dan mu’amalah atau lafal-lafal lainyang artinya sama dengan lafal-lafal tersebut.
Pemilik modal mengatakan: “Ambilah modal ini dengan mudharabah, dengan ketentuan keuntungan yang diperoleh dibagi diantara kita berdua dengan nisbah setengah, seperempat atau sepertiga”.
Adapun lafal qabul yang digunakan oleh ‘amil mudharib (pengelola) adalah lafal: saya ambil (أَخَذْتُ ), atau saya terima (قَبِلْتُ ) dan semacamnya. Apabila ijab dan qabul terpenuhi maka akad mudharabah telah sah.
Menurut jumhur ulama’, rukun mudharabah ada 3 yaitu:
a. Aqid, yaitu pemilik modal dan pengelola.
b. Ma’qud ‘alaih, yaitu modal tenaga (pekerja) dan keuntungan.
c. Shighat, yaitu ijab dan qabul.
Sedangkan Syafi’iyah menyatakan bahwa rukun mudharabah ada 5 yaitu:
a. Modal.
b. Tenaga (pekerjaan).
c. Keuntungan.
d. Shighat.
e. ‘Aqidain.

Syarat dan Macam Mudharabah

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/nama-bayi-perempuan-islami/

a. Syarat-syarat mudharabah

Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar mudharabah sah yang berkaitan dengan ‘aqid, modal dan keuntungan.
1) Syarat yang berkaitan dengan ‘aqid
Adalah bahwa ‘aqid, baik pemilik modal maupun pengelola harus orang yang memiliki kecakapan untuk memberikan kuasa dan melaksanakan wakalah.

2) Syarat yang berkaitan dengan modal
Syarat-syarat yang berkaitan dengan modal adalah sebagai berikut:
8 Modal harus berupa uang tunai, seperti dinar, dirham, rupiah, dolar dan lain sebagainya,
8 Modal harus jelas dan diketahui ukurannya, apabila modal tidak jelas maka mudharabah tidak sah.
8 Modal harus ada dan tidak boleh berupa hutang, tetapi tidak berarti harus ada di majlis akad.
8 Modal harus diserahkan kepada pengelola, agar dapat digunakan untuk kegiatan usaha. Hal ini dikarenakan modal tersebut merupakan amanah yang berada ditangan pengelola. Syarat ini disepakati oleh jumhur ulama’.

3) Syarat yang berkaitan tentang keuntungan
Antara lain sebagai berikut:
8 Keuntungan harus diketahui kadarnya.
8 Keuuntungan harus merupakan bagian yang dimiliki bersama dengan pembagian secara nisbah.
a. Macam-macam mudharabah
Mudharabah terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:
8 Mudharabah mutlaq, yaitu akad mudharabah dimana pemilik modal memberikan modal kepada ‘amil tanpa disertai dengan pembatasan.
8 Mudharabah muqayyad, yaitu suatu akad mudharabah dimana pemilik modal memberikan ketentuan atau batasan yang berkaitan dengan tempat kegiatan usaha, jenis usaha,
barang yang menjadi objek usaha, waktu dan dari siapa barangg itu dibeli.

b. Hal-hal yang Membatalkan Mudharabah

Mudharabah dapat batal karena beberapa hal, yaitu:
8 Pembatalan, larangan tasarruf dan pemecatan.
8 Meninggalnya salah satu pihak.
8 Salah satu pihak terserang penyakit gila.
8 Pemilik modal murtad.
8 Harta mudharabah rusak ditangan mudhorib.