PERKEMBANGAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

PERKEMBANGAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

PERKEMBANGAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

PERKEMBANGAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI
PERKEMBANGAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

Periode Penghapusan Mitos (Demystified Phase) antara 1980an – 1990an

Saat komputer pribadi (PC) dan keping penyimpan data (CD-ROM) semakin lama kapasitas penyimpanannya semakin besar. Ketika sistem online sudah semakinberkembang, para pengguna sebenarnya tidak bisa memakainya secara langsung.

Jadi, perlu ada para perantara (intermediaries) yang menggunakannya, antara lain karena sistem itu mahal dan sulit digunakan oleh orang awam. Maka lalu ada istilah end-users (orang yang tidak melakukan pencarian, tetapi minta bantuan pustakawan untuk melakukan pencarian). Keadaan baru berubah setelah PC dan CD-ROM ditemukan.

Berbagai sistem informasi dibuat menjadi semakin mudah digunakan (user friendly), sehingga mitos tentang betapa sulitnya melakukan pencarian secara terpasang (online search) pun perlahan sirna.  Setiap orang lalu dapat melakukan pencarian tanpa harus meminta bantuan kepada pustakawan.

Periode Jaringan (The Networked Era) tahun 1990an – sekarang

ketika teknologi telematika memungkinkan para pencari informasi ‘mengunjungi’ berbagai pusat penyimpanan data dan informasi yang berbeda-beda untuk melakukan pencarian secara bersamaan, atau dikenal juga dengan istilah pencarian berpencar (distributed searching).

Perkembangan Internet pun akhirnya melahirkan fenomena pencarian tanpa bantuan siapa pun terhadap berbagai sumber informasi digital yang nyaris tak terhingga jumlahnya. Pada perjalanan sejarah selanjutnya kemajuan dalam penelitian banyak dilaporkan pada berbagai konferensi, misalnya pada konferensi TREC (Text Retrieval Conference) pada tahun 1992 yang membahas tentang standarisasi pengujian untuk mengevaluasi teknik temu kembali informasi.

Sumber: https://fungsi.co.id/