Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia

Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia

Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia

Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia
Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia

BANDUNG – Dalam sebuah diskusi kecil dengan Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia (PAAI)

terungkap bahwa ketersediaan air tanah semakin habis. Demikian juga di wilayah Kota Bandung.

Hadir dalam dialog itu adalah Pakar Air Tanah dari ITB, Lambok Hutasoit yang mengatakan air tanah di Kota Bandung memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan air warganya.

“Posisinya semakin berkurang karena pertumbuhan gedung

, apartemen dan hotel yang juga tidka terkendali. Ini harus menjadi perhatian Pemkot Bandung,” tegasnya. Air tanah jika tidak dikelola dengan baik maka akan terjadi ketidakseimbangan antara resapan dan pengambilan. Hal ini biasanya
terjadi di wilayah perkotaan seperti Jakarta, Surabaya, Semarang
termasuk Bandung.

“Air tanah di Bandung sudah mulai kritis karena ulah manusia itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan di Bandung semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir

yang salah satunya terlihat dari menjamurnya apartemen dan hotel. Kebutuhan air bagi hotel dan apartemen tersebut tidak mungkin dapat dipenuhi hanya oleh PDAM.

Dia menilai intensitas pengambilan air tanah dalam jumlah besar akan sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan penurunan muka air tanah, amblesan hingga krisis ketersediaan air tanah bagi masyarakat.

Dia mengusulkan agar setiap rumah di Bandung untuk membuat sumur resapan dengan kedalaman minimal 1 meter. Jo

 

Sumber :

https://www.diigo.com/item/note/4x55f/s2rn?k=01f30fdd98ac070e16bd5c5d7dfac91f