Umum

Peran Para Pemuda dalam Pertempuran Medan Area

Peran Para Pemuda dalam Pertempuran Medan Area

Para pemuda memegang peran penting dalam banyak peristiwa bersejarah negara ini. Sebut saja, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya, hingga Reformasi. Di Pertempuran Medan Area ini juga, peran pemuda sangat kentara dalam setiap pertempuran.

Di awal bagian jalan pertempuran sebelumnya, terdapat kisah mengenai insiden Jalan Bali. Jika ditilik pada prasasti penanda yang didirikan, nampak bahwa para pemuda lah yang melakukan penyerbuan ke markas NICA di Gedung Pension Wilhelmina. Selain itu, berbagai laskar rakyat yang ada dibentuk oleh pemuda seperti Pemuda Republik Indonesia Sumatera Timur (Pesindo). Ada juga organisasi pemuda yang terafiliasi ke partai seperti Napindo (Nasional Pelopor Indonesia) dari PNI, Barisan Merah dari PKI, Hisbullah dari Masyumi dan Pemuda Parkindo dari Parkindo. Selain itu, banyak dari tokoh pejuang yang berusia dibawah 30 tahun. Contohnya, Brigjend. Bedjo dan Jend. Ahmad Tahir, 2 tokoh pejuang yang terlibat dalam Pertempuran Medan Area yang saat itu terjadi, umur mereka masih dibawah 30 tahun.

Ketika pertempuran yang terjadi belum terorganisir dengan baik pada tahun 1945 – 1946, para pemuda selalu yang berada di garis depan dan bertempur dengan heroik melawan Belanda. Semangat para pemuda pulalah yang sering membuat Sekutu – baik Inggris maupun Belanda – kerepotan.

Apa yang membuat pemuda pejuang saat itu begitu kuat dan sulit dilawan penjajah ? Menurut saya, itu semua akibat jiwa nasionalisme dan darah muda mereka. Jiwa nasionalisme mereka membuat semangat mereka menggelora untuk membela negerinya, dan darah muda mereka menambah semangat tersebut dan membuat mereka semakin nekat.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa peran pemuda dalam Pertempuran Medan Area adalah :

  1. Ikut serta dalam setiap pertempuran yang terjadi
  2. Pengobar semangat rakyat untuk bertempur mempertahankan negaranya
  3. Ujung tombak bagi setiap kekuatan pasukan Republik Indonesia

Ringkasan Kronologi

  1. Tokoh-tokohnya : Brigjen T.E.D. Kelly dan Achmad Tahir
  2. Sebab meletusnya : Tawanan perang yang dibebaskan sekutu dipersenjatai & bersikap congkak sehingga menyebabkan terjadinya insiden di beberapa tempat.
  3. Jalannya Peristiwa :

Pd tgl 18 Okt 1945, Sekutu mengultimatum rakyat Medan untuk menyerahkan senjatanya. NICA melakukan aksi teror yg menyebabkan pecahnya pertempuran shg banyak korban di pihak Inggris. Tgl 1 Des 1945 Sekutu memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut pinggiran kota Medan. Pada bulan April 1946 pasukan Sekutu berhasil mendesak pemerintah RI keluar Medan. Pasukan Inggris dan NICA mengadakan pembersihan terhadap unsur Republik yang berada di kota Medan. Hal ini jelas menimbulkan reaksi para pemuda dan TKR untuk melawan kekuatan asing yang mencoba berkuasa kembali.

  1. Akhir Peristiwa :

Pada tgl 10 Agustus 1946 di Tebingtinggi diadakan pertemuan antara komandan-komandan pasukan yang berjuang di Medan Area. Pertemuan tersebut memutuskan dibentuknya satu komando yang bernama Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. Komando tersebut meneruskan perjuangan di Medan Area.

sumber: https://namabayi.co.id/apple-tambah-produksi-iphone-x-dan-iphone-8-plus/