Fashion

Pembentukan Gerakan Rakyat Baroe

  1. Pembentukan Gerakan Rakyat Baroe

Gerakan Rakyat Baroe dibentuk berdasarkan hasil sidang ke-8 Cuo Sangi In yang mengusulkan berdirinya suatu gerakan untuk mengobarkan semangat perang dan cinta tanah air. Yang diperkenankan oleh Letnan Jenderal Y. Nagano pada tanggal 2 Juli 1945. Susunan pengurus pusat organisasi ini terdiri atas 80 orang, termasuk diantaranya penduduk asli Indonesia dan bangsa Jepang, golongan Cina, golongan Arab, dan golongan peranakan Eropa. Tokoh-tokoh pemuda radikal juga diikutsertakan dalam organisasi ini.

Namun sadar karena itu hanyalah akal agar dapat membatasi geraknya, para pemuda yang telah diikutsertakan tidak ada satupun yang datang untuk menduduki kursi mereka pada saat Gerakan Rakyat Baroe diresmikan pada tanggal 28 Juli 1945. Sehingga akibatnya, perselisihan paham antara golongan tua dan golongan muda semakin tajam.

  1. Pembentukan PPKI

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan, dan PPKI dibentuk sebagai gantinya. Ketuanya Ir. Soekarno, wakil ketuanya Drs. Moh Hatta, dan penasihatnya Mr. Ahmad Soebardjo.

Dan pada saat itu, Jenderal Besar Terauchi memanggil tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, dan dr. Radjiman Wediodiningrat. Mereka berangkat ke Dalat, Vietnam Selatan pada tanggal 9 Agustus 1945 dan pada pertemuan di Dalat pada tanggal 12 Agustus 1945 tersebut, Jenderal Besar Terauchi menyampaikan kepada ketiga tokoh itu bahwa Pemerintah Kemaharajaan telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Ketika mereka pulang menuju Jakarta tanggal 14 Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh Sekutu, dan diramalkan kekalahan Jepang akan segera terjadi. Lalu tanggal 15 Agustus 1945, rombongan Soekarno sampai di tanah air, dan dengan bangganya beliau berkata bahwa Indonesia akan segara merdeka, sayangnya, pada saati itu Soekarno belum mengetahui bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu.

  1. Peristiwa Rengasdengklok

Berita tentang kekalahan Jepang telah diketahui oleh golongan muda dari siaran radio luar negeri. Dan setelah yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, Moh Hatta mengambil keputusan untuk segera  mengundang anggota PPKI.

Dan pada saat itu pula, golongan muda mengadakan rapat di salah satu ruangan di lembaga Bakteriologi di Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1945 pada pukul 20.30 waktu Jawa, dan rapat tersebut menghasilkan keputusan “Kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tak dapat digantungkan pada orang dan negara lain. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan adanya perundingan dengan golongan muda agar mereka diikutsertakan dalam pernyataan proklamasi.

Lalu keputusan rapat golongan muda tersebut disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada pukul 22.30 waktu Jawa kepada Ir. Soekarno di rumahnya. Namun Ir. Soekarno dan Moh Hatta menolak dengan tegas permintaan dan perintah tersebut.

Menanggapi hal itu, golongan muda kembali mengadakan rapat dini hari pada tanggal 16 Agustus 1945 di Asrama Baperpi, Jakarta. Dan rapat ini menghasilkan keputusan untuk ‘menyingirkan Ir. Soekarno dan Moh Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang.

Dan ternyata rencana tersebut berjalan lancar, pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 4.30 waktu Jawa, golongan muda berhasil ‘menculik’ Ir. Soekarno dan Moh Hatta lalu membawanya ke Rengasdengklok.

 

Sumber :

https://ekonomija.org/as-resmi-tuduh-korut-kirim-virus-wannacry/