Fashion

Pelaporan Arus Kas

Pelaporan Arus Kas

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dari suatu entitas dalam suatu periode. Untuk meraih tujuan itu, laporan arus kas melaporkan :

1)    Kas yang mempengaruhi operasi selama suatu periode

2)    Transaksi investasi

3)    Transaksi pembiayaan, dan

4)    Kenaikan atau penurunan kas bersih kas selama satu periode.

Pelaporan sumber, tujuan pemakaian, dan kenaikan atau penurunan bersih kas dapat membantu investor, kredit, dan pihak-pihak lain mengetahui apa yang terjadi terhadap sumber daya perusahaan yang paling likuid.

Menurut Henry Simamora (2000 : 490), menyatakan bahwa Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas (cash receipts) dan pengeluaran kas (cash disbursements) berdasarkan aktivitas-aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Klasifikasi menurut aktivitas ini akan memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap jumlah kas dan setara kas. Baik arus masuk ( inflows ) maupun arus keluar ( outflows ) kas di masukkan dalam setiap kategori aktivitas tersebut.

Penerimaaan dan pengeluaran kas (meliputi kas dan ekuivalen kas) diklasifikasikan dalam tiga kelompok kegiatan pokok perusahaan, Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1994 : 2.5) adalah :

1)  Aktivitas Operasi

Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih. Ada dua metode yang digunakan di dalam menghitung dan melaporkan jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi, yaitu metode tidak langsung dan metode langsung.

Pilihan antara metode tidak langsung atau metode langsung hanya mempengaruhi format penyusunan laporan arus kas dari aktivitas operasi.  Sedangkan untuk format penyusunan laporan arus kas dari aktivitas investasi dan pembiayaan adalah sama tanpa memperhatikan metode mana yang digunakan dalam melaporkan arus kas dari aktivitas operasi

  1. Metode Tidak Langsung
    Sumber :https://tribunbatam.co.id/google-tambah-fitur-gratis-bantu-ukm-berkembang-online/