Membangun Tanpa Merusak Lingkungan

Membangun Tanpa Merusak Lingkungan

Membangun Tanpa Merusak Lingkungan

Membangun Tanpa Merusak Lingkungan
Membangun Tanpa Merusak Lingkungan

Pertumbuhan Penduduk

Sebagai makhluk biotogis, manusia memerlukan makanan, tempat tinggal dan jodoh untuk mempertahankan hidupnya. Pada awalnya, (Homo saprens muncul fira-t<iia 45000 tahun yang lalu) manusia mengambil makanan langsung dari alam dalam bentuk hasil tumbuhan dan hasil perburuan. Dengan akal sehatnya manusia mengembangkan ilmu dan teknologi pertanian sehingga manusia dapat membudidayakan tanaman dan menjinakkan hewan iar’ menjadi binatang ternak.

Revolusi pertanian initerjadi kurang lebih 10000 tahun yang lalu (Hellemans and Bunch, 1991). Produktifitas makanan dari lahan pertanian tentu saja jiuh-lebih tinggi daripada vegetasi alami dan demikian juga daging yang diperoleh dari peiemakan laun teOin banyak daripada hasil perburuan Teknologi pertanian JUga memungkinkan kelompok-kolompok manusia yang sebelumnya berpindah-pindah kemudian menetap di suatu tempat membangun masyarakat.

 

Terbentuknya masyarakat yang menetap dan meningkatnya

Produktifitas lahin menyebabkan pertumbuhan penduduk dan memungkinkan orang untuk mengembangkan ilmu dan teknologi Ol OerOagai bidang. Namun pertumbuhan penduduk tidak bersifat iinear. Sampai ribuan ianun setelah¬†manusla mengenal peradaban, jumlah penduduk bertambah dengan pelan. Misalnya, dari tahun 1 Masehi sampai tahun 1000 M jumlah penduduk dunia meningtal Oari 2OO juta menjadi 310 juta (bertambah sekitar 55%) Pertumbuhan penduduk yang sanglt tinggi baru terjadi dalam kurun waktu 200 tahun terakhir, setelah revolusi industri padaAbad 1B d;; disusut kemudian dengan revolusi hijau pada Abad 20. Pada tahun 1900 jumlah penduduk dunia mencapai lebih xurangl,o milliard. Lima puluh tahun kemudian, 1950, jumlah itu menjadi 2,5 millard, dan pada tahun 2005 jumlah itu meningkat lagi menjadi 0,45 millard. Jadi selama 100 tahun jumlah penduduk menjadi 4 kalilipat (4OO%) Tingkat pertumbuhan pendu”ruk tidak merata di seluruh dunia. Negara-negara maju sejak beberapa puluh tahun terakhir relatif tidak mengalami pertumbuhan karen, iaktor t<Ltanirin, kecuali Amerika Serikat. Pertumbuhan penduduk di negara maju lebih disebabkan faktor imigrasi. Negara-negara berkembahg masih menunjukkan pertumbuhan yang tinggi. Antara tahun 1950 sampai dengan 2005, jumlah penduduk Afrika meningkat 4 kali lipattan nsia 3 kati tipat.

 

Dampak pembangunan terhadap lingkungan Peningkatan konsumsi SDA

Dan produksi barang-barang kebutuhan manusia tentu berdampak pada lingkungan ternpat hidup kita. Pada awal kehidupan manusia di bumi, ketika jumlah manusia masih sedikit dengan gaya hidup yang primitif, dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan sangat kecil. Sebagran besar lingkungan kita masih berupa lingkungan alami.
Lingkungan alami menggunakan sumber energi utama berupa cahaya matahari dan merupakan suatu ekosistem yang mandiri, yang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.

 

Contoh

Lingkungan alami adalah kawasan konservasi baik di darat, misalnya hutan, maupun di perairan yang belum dirusak manusia. Di hutan alam, tidak ada masalah limbah karena iimban itu akan terdekomposisi secara alami. Tidak ada pula ledakan penyakit atau hama karena interaksi antar organisme dalam ekosistem itu akan mengendalikan populasisetiap spesies.

 

Ketika manusia mulat bertani

Menetap maka manusia mengubah sebagian lingkungan alami tersebut menjadi lingkungan portanian atau domestik (cultivated or domesticated eniironmentl yang merupakan modifikasi dari lingkungan alami. Lingkungan ini masih menggunakan tenaga matahari tetapi telah memperoleh input energi dari tuar berupa tenaga manusiE mesin, pupul, dsb’ Contoh lingkungan ini adalah lahan tanaman pertanian, tanan petemakan, kebun dan hutan
tanaman. Lingkungan alami dan lingkungan pertanian ini merupakan lingkungan penyangga
kehidupan karena tanpa kehidupan kita tergantung pada keduanya.

Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-teks-editorial-jenis-dan-isi-serta-unsur-kebahasaan/