Memahami Ketahanan Pemuda di Papua

Memahami Ketahanan Pemuda di Papua

Memahami Ketahanan Pemuda di Papua

Memahami Ketahanan Pemuda di Papua
Memahami Ketahanan Pemuda di Papua

Media massa menggambarkan kehidupan pemuda Papua Nugini sebagai sub-kultur siswa yang negatif, kejahatan yang dilakukan pemuda dan pengangguran, dan tingginya HIV untuk perempuan muda. The PNG National Statistical Office menyatakan bahwa terdapat presentase yang tinggi bagi anak-anak yang tidak pernah bersekolah (33%), datang ke sekolah (29%), sedangkan 38% lainnya sudah tidak bersekolah. Akan tetapi, dalam hal ini adalah sekelompok pemuda yang memperkenalkan ketahanan dalam menghadapi kesulitan, yang telah mempresentasikan alternatif pandangan yang berbeda.

Penelitian mengenai ketahanan pemuda di Papua Nugini ini menggunakan metode penceritaan kisah nyata. Hal ini salah satunya dikarenakan oleh penceritaan kisah nyata sebagai bentuk penyelidikan naratif dari kisah hidup yang dialami, dengan menyoroti aspek yang paling penting. Penelitian ini menggunakan kisah hidup Taylor. Keluarga, iman, dan masa depan merupakan 3 variabel yang dibahas dalam hubungan Taylor dengan beberapa permasalahan dan bernegosiasi dengan ketahanan menggunakan sumberdaya di lingkungannya. Hubungan keluarga merupakan faktor yang menghambat dan mendukung Taylor. Iman memberi Taylor filosofi hidup yang membantunya menghentikan penggunaan narkotika selama masa remaja, memberikan maaf dan penyembuhan dalam hubungan dengan ayah dan ibu tirinya dan pada umumnya mampu mengadopsi perspektif positif dalam hidupnya. Sementara, harapan di masa depan memberinya pandangan bahwa visi dan tujuan itu penting. Selanjutnya, dia memiliki komitmen untuk mewujudukan tujuan tersebut, agar dia ‘menjadi orang di negerinya, untuk menjadi pemimpin dan orang besar.

Keluarga dan diri mereka sendiri berkontribusi di dalam penyediaan pelayanan sosial informal dan harus dapat menjadi jaring pengaman sosial yang efektif bagi merekaa sendiri. Pengembangan jejaring pertemanan juga memberikan kontribusi terhadap perubahan sosial yang positif. Pengembangan jaringan teman di sekolah dan mendukung program yang diberikan akan memaksimalkan penggunaan layanan sosial masyarakat yang jarang dilakukan. kisah hidup Taylor menunjukkan perubahan yang signifikan mungkin dalam kehidupan orang muda dalam waktu relatif singkat. Hidup Taylor termasuk pengalaman keluarga yang broken, sekolah terganggu, mencoba bunuh diri, penyalahgunaan obat-obatan, afiliasi geng, kekerasan fisik. Namun, di sisi lain kehidupan Taylor menggambarkan kelangsungan hidup, transformasi, kesetiaan, pemeliharaan keluarga dan rekonsiliasi, berpantang dari penggunaan narkoba, filantropi, kepemimpinan,dan inisiatif. Pada akhirnya, kisah Taylor menggambarkan pentingnya mendukung ketertarikan pemuda dan kekuatan yang mereka miliki. Kisah Taylor menunjukkan perubahan dari fokus utama pada tekanan psikologis menuju fokus pada kapasitas pengembangan kekuatan individual.

Baca juga ;