Uncategorized

Materi Tentang Muradif

Materi Tentang Muradif

Materi Tentang Muradif

Pengertian Muradif

 Muradif ialah lafal yang banyak tetapi artinya sama (synonym). Kadang-kadang ada beberapa lafal yang berbeda namun hanya mempunyai satu arti seperti lafal asad dan al llaits (artinya singa), hintah dan qamhum (artinya gandum). Lafal yang seperti ini dinamakan lafal muradif. Mengenai lafal muradif tidak ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama’ bahwa lafal yang satu dapat menempati tempat lafal yang lain selama tidak berubah makna dan arti selama tidak ada larangan syara’ untuk mempergunakannya.

 Hukum Lafal Muradif

  Meletakkan lafal muradif ditempat lafal lainnya diperbolehkan apabila tidak ada larangan dari syara’. Pendapat lain mengatakan : Meletakkan lafal muradif diperbolehkan asal masih satu bahasa. Tentang lafal-lafal qur’an tidak ada perbedaan pendapat lagi, bahwa kita disuruh membaca lafal-lafal itu sendiri. Lagi pula lafal-lafal qur’an itu adalah mukjizat murni dari Allah yang tidak dapat dirubah dan tidak  terdapat pada lafal-lafal lainnya. Perbedaan pendapat tersebut hanya mengenai lafal-lafal selain qur’an yaitu zikir-zikir dalam sholat dan lafal-lafal lainnya. Imam Malik mengatakan bahwa tidak boleh membaca takbir, kecuali dengan lafal Allahu Akbar. Demikian pula pendapat Imam Syafi’i. Akan tetapi  Imam Hanafi justru membolehkan takbir dengan lafal yang sama artinya dengan Allahu Akbar, seperti  Allah Al A’dzam atau Allah Al A’la atau Allah Al Ajjal. Maka penyebab perbedaan pendapat ini ialah, apakah kita beribadah dengan lafalnya ataukah dengan maknanya.


Baca Juga :