Umum

Masjid As-Siddiqi – Oleh Abdullah

KEWARGANEGARAAN DI LINGKUNGAN MASJID

Pengertian Kewarganegaraan

Kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan suatu Negara dengan warga negaranya yang mengakibatkan adanya kewajiban Negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan. Adapun menurut undang-undang Kewarganegaraan Republik Indonesia, kewarganegaraan adalah segala ikhwal yang berhubungan dengan Negara. Pengetian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
1. Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum antara orang-orang dengan Negara.
2. Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum, tetapi ikatan emosional, seperti ikatan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air.
b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil
1. Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukan pada tempat kewarganegaraan. Dalam arti sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum politik.
2. Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukan pada akibat hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga Negara.

B. Peran Takmir Masjid dalam Kewarganegaraan
Dalam penelitian yang kami lakukan mengenai “Peran Takmir Masjid dalam Kewarganegaraan” dengan menggunakan metode wawancara (face to face) di dua tempat yang berbeda, yaitu di Masjid Tauhid dan Masjid As-Siddiq. Kami menemukan beberapa pendapat yang berasal dari narasumber mengenai peran takmir masjid dalam kewarganegaraan.

1. Masjid As-Siddiqi – Oleh Abdullah
a. Pada saat Hari Raya Idul Adha, Takmir Masjid selaku panitia kurban menyalurkan daging hasil kurban kepada masyarakat yang berada dilingkungan Masjid As-Siddiqi. Penyaluran daging dilakukan dengan cara merata, baik masyarakat muslim atapun non-muslim mendapatkan bagiannya masing-masing.
b. Takmir masjid juga berperan menjembatani orang-orang yang berkumpul dan bertukar pikiran tanpa memandang ras, suku, dan golongan.

2. Masjid At-Tauhid – Oleh Aidil S.Hrp.
a. Takmir Masjid berperan sebagai sarana pendidikan kewarganegaraan. Karena itu, dalam khutbah jumat atau kajian rutin yang biasa diadakan tidak luput dari pembahasan tentang kewarganegaraan dan Bhineka Tunggal Ika.
b. Pendidikan dan pembelajaran di TPA yang masih dalam naungan Takmir Masjid At-Tauhid selalu mengusung tema kewarganegaraan
c. Takmir Masjid juga berperan sebagai sarana informasi bagi masyarakat sekitar Masjid, baik masyarakat muslim maupun non-muslim.


Sumber: https://scorpionchildofficial.com/