Macam Teknik Sampling Menurut Dra. Nurul Zuriah, M.Si

Macam Teknik Sampling Menurut Dra. Nurul Zuriah, M.Si

Macam Teknik Sampling Menurut Dra. Nurul Zuriah, M.Si

Macam Teknik Sampling Menurut Dra. Nurul Zuriah, M.Si

Menurut Suharsimji Arikunto (1995 : 120), sampling didefinisikan sebagai sejumlah subjek penelitian sebagai wakil dari populasi sehingga dihasilkan sample yang mewakili populasi dimaksud. Semakin banyak ciridan karakteristik yang ada pada populasi, maka akan semakin sedikit subjek yang tercakup dalam populasi, dan sebaliknya.

Jenis teknik sampling yang dimaksud adalah cxara untuk menentukan sample yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sample yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memeperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi yang di[peroleh sample representatif. Terdapat dua teknik sampling yang berbeda, walaupun pada dasarnya bertolak dari ansumsi yang sama, yaitu ingin memeperoleh secara maksimal sempel yang representative yang tidak didasari oleh keinginan si penelii. Jenis teknik sampling tersebut, yaitu 1) random sampling, dan 2) non random sampling.

            Teknik random sampling adalah pengambilan sampling secara random atau tanpa pandang bulu. Teknik ini memiliki kemungkinan tertinggi dalam menetapkan sample yang representative. Dalam teenik ini  semua induvidu dalam populasi, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih mebnjadi anggota sample. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara: 1) undian, 2) ordinal, 3) randomisasi dari table bilangan random (Sutrisna Hadi, 1980 : 76) dalam S. Margono (1995 : 125).

Teknik non random sampling adalah teknik pengambilan sample secara non random atau tidak semua induvidu dalam populasi, diberi peluang yang sama untuk ditugaskan mebnjadi anggota sample. Teknik ini memiliki kemungkinan lebih rendah dalam menghasilkan sample yang representatif.

Lebih lanjut menurut S. Margono (1995: 126-130) ada beberapa jenis sample yang diperoleh dari teknik random sampling, yaitu sebagai berikut:

 

Probability Sampling

1) Simple random sampling  adalah teknik untuk mendapatkan sample yang langsung dilakukan pada unit

sampling. Dengan demikian, setiap unit sampling sewbagai unsure populasi yang terpencil memeperoleh peluang yang sama untuk menjadi sanpel atau mewakili populasi. Teknik ini dapat dipergunakan jika jumlah unit sampling di dalam populasi tuidak terlalu besar. Misalnya, populasi terdiri da4ri 500 orang mahasiswa program S-1 (unit sampling). Untuk memeperoleh sample sebanyak 150 orang dari populasi tersebut, digunakan teknik ini, baik dengan cara undian, ordinal, maupun table bilangan random.

 

Dasar pengambilan sample cara ini ialah sebagai berikut :

  1. Setiap anggota unit populasi berpeluang sama untuk dipilih menjadi sam-pel penelitian.
  2. Populasi yang dihadapi merupakan suatu populasi yang terbatas (finit population) N tertentu = N bisa dihitung, hal ini perlu sekaloi jika menghadapib populasi yang tak terbatas (infite) dan parameter tidak diketahui untuk dipilih.
  3. Sample tersebut harus mempunyai n yang cukup besar, walaupun relative kecil dibandingkan N. hal ini disebabkan jika parameter X, maka besar sample akan bias dekat dengan hasil perkatanya populasi U.
  4. Jika teknik sampling laion yang lebih efisien tidak ada dan tidak mungkin untuk dilakukan.

 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan teknik ini, seperti:

  1. Undian. Misalnnya peneliti mau memilih 3 (tiga) orang mahasiswa teladan dari 40 orang mahasiswa teladan yang diajukan di tingkat universitas, maka sebaiknya ditulis saja nama-nama mahasiswa tersebut dalam kertas gulungan kecil dan kemudian dimasukkan kotak. Kemudian, ambil dua gulungan, buka dan tarulah, selanjutnya ambillah kedua nama orang tersebut dijadikan wakil mahasiswa teladan. Cara undian ini bias bermacam-macam seperti menggunakan roda rolet, dadu, dan sebagainya.
  2. Table bilangan random (acak), yaitu menggunakan angka-angka yang telah disediakan dalam table, sehingga dapat menarik n bilangan secara acak dari kumpulan bilangan 1 sampai N (N tergantung pada besar populasi).

Untuk penentuan sample dengan cara ini cukup sederhana, tetapi dalamprakteknya akan menyita waktu. Apalagi jika jumlahnya besar, sampelnya besar, serta jika daftar siswanya berurutan

2) Stratified random sampling

            Srtatiffed random sampling biasanya digunakan pada populasi yang mempunyai susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Miosalnya, sekolah terdapat beberapa kelas; dalam masyarakat terdapat tingkatan penghasilan. Jika tingkatan dalam populasi diperhatikan, mula-mula harus dipastikan strata yang ada, diperhatikan juga dalam strata ituapakah ada substrata atau tidak. Selanjutnya tiap-tiap substaratum harus mewakili sample penelitian.

            Jika peneliti akan dilakukan menggunakan dan memerapkan sample random sampling maka dalam pemikiran peneliti, objek yang ditelitui merupakan satu kesatuan menyeluruh yang homogen. Akan tetapi, di dalam suatu kondisi populasi sering dijumpain hal yang tidak demikian atau mungkin peneliti menginginkan suatu ketepatan terhadap masalah yang akan diamati, sehingga menginginkan suatu ketepatan terhadap masalh yang akan diamati, sehingga populasi dipilah-pilah menjadi subpopulasi secara homogen dari sifat yang heterogen.

            Atas pembagian populasi atas supopulasi maka penelitian yang akan dirancang akan memberikan keuntungan, antara lain:

  1. homogenitas yang lebih nyata di dalam masing-masing kelas,
  2. memberikan keterorganisasian yang nyata antar subpopulasi,
  3. meningkatkan presesi dari sample terhadap populasi dan dalam poeleksanaannya mudah, dan
  4. sangat berguna untuk mengkaji (komparasi) perbedaan karakteristik antar subjek.

Subpopulasi dalam populasi  tidak boleh overlapping dan masing-masing dinamakan stratum. Dengan demikian, rancangan-rancangn stratified random sampling merupakan rencangan yang menempatkan secara tidak overlapping yang disebut strata, dan dari strata tersebut dipilih secara acak.

      Pembagian ini dilakukan berdasarkan karakteristik populasi dan peneliti beranggapan bahwa perbedaan tersebut akan memengaruhi variabel.

      Selanjutnya tahap-tahap penyusunan random sampling meliputi :

  1. mementukan jenis populasi penelitian;
  2. membagi kelompok menjadi beberapa stratifikasi, dan setiap stratum beranggotakan subjek yang sama atau hamper sama karakteristiknya;
  3. membuat daftar subjek dari tiap stratum (subpopulasi);
  4. memilih subjek sample dari sub populasi dengn teknik acak murni atau sistematik.

Kelemahan dari cara ini jika tidak ada investigasi mengenai daftar subjek maka tidak dapat membuat stratum.

Sumber : http://blog.umy.ac.id/herulampung/sejarah-pembentukan-bpupki/