Umum

Klasifikasi, Fungsi, dan Sifat Hormon

Klasifikasi, Fungsi, dan Sifat Hormon

Berdasarkan hakekat kimianya, hormon dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu hormon peptide dan protein, steroid, dan turunan tirosin.

Steroid Peptida Protein Besar Turunan Tirosin
Testosteron

Esterogen

Progesteron

Kortikosteroid

Vitamin D-3

Hormon Hipotalamus

Angiotensin

Somatostatin

Gastrin

Sekretin

Glukagon

Kalsitonin

Insulin

Parathormon

Hormon Pertumbuhan

Prolaktin

LH

FSH

TSH

Katekolamin, meliputi :

Noradrenalin

Adrenalin

Hormon Tiroid, meliputi :

Tiroksin (T4)

Triiodotironin (T3)

Selain berbagai hormon yang telah disebutkan di atas, terdapat sejumlah zat kimia yang menyerupai hormon, antara lain :

  • Hormon Thymic : Hormon dari kelenjar timus (thymus), berperan untuk mempengaruhi perkembangan sel limfosit B menjadi sel plasma, yaitu sel penghasin antibodi.
  • Hormon Brakidin : Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang sedang aktif, bekerja sebagai vasodilator (yang menyebabkan pembuluh darah membesar) sehingga dapat meningkatkan aliran darah dan merangsang pengeluaran keringat dan air ludah dalam jumlah lebih banyak.
  • Hormon Eritropuitin : Merupakan glikoprotein yang proses sintesisnya melibatkan hati dan ginjal, hormon ini dapat merangsang pusat pembentukan sal darah di sumsum tulang sehingga tubuh akan menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang lebih banayak. Hal ini bermanfaat dalam meningkatkan jumlah oksigen yang dapat diangkut oleh darah.
  • Hormon Prostaglin, Eritropuitin, Histamin, Kinin, dan Renin dapat disintesis secara luas oleh berbagai jaringan tau organ yang sebenarnya tidak berfungsi sebagai organ endokrin.
  • Hormon Feromon : suatu senyawa kimia spesifik yang dilepaskan oleh hewan ke lingkunganya.dan dpapat menimbulkan respons prilaku, perkembangan, reproduktif. Dan untuk membereikan daya tarik seksual, menandai daerah kekuasaan, mengenali individu lain dalam spesies yang sama dan berperan penting dalam sinkronisasi siklus seksual.

Jenis Kelenjar Endokrin

1)  Kelenjar Pituitari

kelenjar ini terletak di dasar tengkorak yang memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari semua organ-organ endokrin. Kelenjar pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim. Pituitari dibagi 2 bagian, yaitu anterior dan posterior.

  1.  Hipofisis anterior:
  • Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)
  • Hormon tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)
  • Hormon Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)
  • Hormon Laktogenik(sekresi ASI)
  • Hormon Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang sel interstitial membentuk hormon testosteron)
  1. Hipofisis Medula(membentuk hormon pengatur melanosit)
  2. Hipofisis posterior
  • Hormon oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran)
  • Hormon Vasopresin( merangsang reabsorpsi air ginjal)

Sumber: https://officialjimbreuer.com/