Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

amal yang paling ringan namun besar pahalanya di sisi Allah ﷻ adalah dzikir, Dzikir adalah aktifitas ibadah untuk mengingat Allah. ﷻ Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah ﷻ, pengertian dzikir memang luas yaitu setiap bentuk ibadah kita kepada Allah adalah dzikir namun dalam kesempatan kali ini yang akan saya bahas mengenai Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan menyebut dan memuji nama Allah ﷻ

Dalil

Ada banyak sekali waktu luang kita gunakan untuk hal yang kurang bermanfaat seperti menonton TV secara berlebihan hingga melupakan untuk mengingat Allah atau kita gunakan untuk main game bersenda gurau membicarakan hal hal yang tidak perlu atau hal hal yang lain yang kurang bermanfaat , Sebagai manusia memang sesuatu yang wajar jika kita membutuhkan hiburan seperti main game bercanda dengan teman nonton Televisi dls tetapi jangan lah hal semacam itu kita lakukan secara berlebihan hingga melupakan kita untuk mengingat Allah ﷻ atau ber dzikir kepada Allah karena pada hakekatnya kehidupan kita ini hanyalah sementara sedangkan kehidupan yang kekal adalah di akhirat kelak oleh sebab itu marilah kita memperbanyak beribadah kepada Allah ﷻ salah satu nya dengan berdikir adapun dalil tentang wajib nya kita berdzikir sangatlah banyak baik yang di ceritakan dalam hadist maupun dalam Al quran
adapun dalilnya di antaranya sebagai berikut

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. [al-Ahzâb/33:42]

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang [al-Insân/76:25]

Dalam sebuah hadist yang Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ ، مَثَلُ الْـحَيِّ وَ الْـمَيِّتِ

Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya adalah seperti perbedaan antara orang yang hidup dengan orang yang mati
dalam hadist lain Nabi bersabda
“Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kapan kita harus berdzikir

Ada sedikit kekeliruan di antara kaum muslimin tentang cara waktu kapan kita berdzikir yaitu melakukannya hanya setelah selesai shalat saja padahal dalam sebuah ayat dalam Al Quran sebgai berikut

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ

Selanjutnya, apa bila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allâh ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring…” [an-Nisâ’/4:103]

Bila kita lihat ayat di atas maka berdzikir itu bisa kita gunakan kapan saja dan di mana saja saat kita berjalan seperti hendak bekerja atau mencari nafkah maka di perjalanan kita bisa sambil berdzikir atau kita sedang satai duduk kita juga iringi dengan dzikir bahkan saat kita berbaring sekali pun kita bisa iringi dengan berdzikir baik dzikir hanya di ucapkan oleh hati saja terlebih di ucapkan dengan mulut kita di sertai hati penuh keikhlasan dan kekhusuan semua itu dis sesuaikan dengan situasi dan kondisi kita sehingga apa pun aktivitas kita akan membawa berkah ke dalam kehidupan kita sekaligus bertambahnya amal kebaikan kita.
Adapun waktu yang utama adalah setelah shalat wajib dan juga saat selesai shalat malam atau tahajud karena waktu itu waktu yang penuh keheningan dan kesunyian sehingga bisa membuat kita lebih khusu dalam melakukan aktivitas berdzikir

Ada pun Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala cukup lah banyak di antaranya sebgai berikut

1.Hati akan menjadi tenang.

Dengan dzikir, hati akan menjadi tenang.dalam hal ini Allâh Azza wa Jalla berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allâh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allâh hati menjadi tentram. [ar-Ra’d/13:28]

2. Mendapatkan ampunan dan pahala yang besar di sisi Allah

Allah ﷻdalam salah satu ayat Al quran berfirman.

وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“… Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allâh, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.“[al-Ahzâb/33:35]

3. Orang yang berdzikir adalah orang yang hidup hatinya dan juga sebaliknya.

“Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati.” [HR. Bukhari dan Muslim]

4.akan mendapatkan kemenangan atau keberuntungan

Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang selanjutnya adalah akan mendapatkan kemenangan atau keberuntungan

“Beruntunglah al-Mufarridun” para sahabat bertanya, siapa mereka al-Mufarridun wahai Rasulullah? beliau SAW menjawab, “Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

5. Dzikir adalah sebaik-baik amal di sisi Allah SWT

Dalam hal ini Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya

“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sebaik-baik amal, lebih suci di sisi Allah, akan mengangkat derajat kalian, ia lebih baik daripada berinfak dengan emas dan perak dan lebih baik bagi kalian dari pada bertemu dengan musuh lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal lehar kalian?” mereka menjawab, tentu. Beliau SAW bersabda: “Dzikir kepada Allah SAW.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6.Dinaungi oleh para malaikat

Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah, melainkan mereka dinaungi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, turun kepada mereka ketengan dan Allah SWT menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat (di langit).” (HR. Muslim)
7. Menggugurkan dosa-dosa.
Keutamaan Dzikir Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lainya adalah berdzikir kepada Allah Swt dapat menggugurkan dosa-dosa.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

Barang siapa yang membaca “Subahanallahi wabihamdih seratur kali dalam sehari , akan digugurkan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih dilautan.” (HR. Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu)

8. Dzikir merupakan penangkal ampuh dari godaan-godaan syaithan.

Allah ﷻberfirman:

“ Dan Jika Syaithan mengganggumu dengan suatu ganguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Fushilat:36)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/