Ketahanan Sosial Ekonomi

Ketahanan Sosial Ekonomi

Ketahanan Sosial Ekonomi

 Ketahanan Sosial Ekonomi
Ketahanan Sosial Ekonomi

Jurnal ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap hak asasi manusia, termasuk terhadap hak untuk mendapatkan jaminan sosial, akan memberikan kekuatan untuk mewujudkan dasar dari globalisasi sosial ekonomi. ILO memperkirakan bahwa pencapaian dasar globalisasi ekonomi pada umumnya telah dapat dijangkau bagi negara yang memiliki pendapatan yang rendah, meskipun dukungan internasional tetap diperlukan pada masa mendatang. Sehubungan dengan perluasan jaminan sosial yang dilakukan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah dalam mendesain dan mengatur hubungan antara pembiayaan pajak dengan skema kontribusi jaminan sosial dalam kerangka sosial ekonomi yang lebih luas.

Jaminan sosial dapat diartikan sebagai perlindungan yang diberikan kepada individu maupun rumah tangga untuk mendapatkan akses terhadap perawatan kesehatan dasar dan menjamin keamanan penghasilan, terutama bagi masyarakat usia lanjut, pengangguran, orang sakit, kecelakaan kerja, persalinan ataupun kehilangan pencari nafkah. Sementara, UDHR menyatakan definisi jaminan sosial dalam pasal 25, “setiap orang berhak mendapatkan standar kehidupan yang layak bagi diri maupun keluarganya, termasuk dalam hal makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, hak untuk mendapatkan jaminan sosial pada saat menganggur, sakit, cacat, janda, usia tua, dan lain sebagainya. Ketika seseorang dilindungi oleh jaminan sosial, maka dia berhak untuk mengklaim haknya. Menurut ILO, jaminan sosial ini ditujukan bagi kelompok-kelompok pekerja tertentu.

Hak untuk mendapatkan jaminan sosial merupakan kebijakan dasar nasional untuk memperluas cakupan dari jaminan sosial tersebut. Ada 3 metode dan pendekatan yang digunakan untuk memperluas cakupan dari jaminan sosial, dalam hal ini terkait dengan orang, kontingensi, dan tingkat manfaat yang diperoleh. Di negara miskin, jaminan sosail yang berupa sistem pensiun hanya mampu diberikan kepada sedikit pekerja di bidang ekonomi formal. Sistem ini masih memiliki permasalahan yang terletak pada pemberian pensiun bagi pekerja di sektor ekonomi informal. Di sub Sahara, masyarakat membentuk skema pembangunan berbasis masyarakat dan asuransi mikro. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang kesulitan di dalam membayar biaya perawatan kesehatan yang tinggi.

Secara umum, ada kecenderungan dari pemerintah untuk mulai meningkatkan perlindungan sosial secara nasional dan adanya perencanaan jaminan sosial dengan tujuan untuk memperluas cakupan jaminan nasional tersebut. Misalnya, pemerintah Senegal yang telah merumuskan perlindungan sosial pada tahun 2005. Strategi yang diambil adalah meningkatkan respon prioritas kebutuhan yang lebih baik bagi para pekerja informal.

The Report of World Commission of The Social Dimension of Globalisation mendukung ide dari dasar sosial ekonomi globl untuk semua warga negara, karena dapat membantu legitimasi dari globalisasi. Laporan ini juga menekankan ‘tingkat minimum dari perlindungan sosial perlu untuk disetujui dan diletakkan sebagai bagian dari dasar sosial ekonomi global.

The Basic Social Security Floor dapat meningkatkan akses finansial terhadap perawatan kesehatan, dan dapat meningkatkan dukungan jaminan sosial dasar untuk anak-anak, orang usia kerja, orang yang telah berusia tua. The Basic Social Security Floor ini terdiri dari serangkaian jaminan sosial dasar bagi seluruh masyarakat, dengan memastikan bahwa pada akhirnya :
• Semua masyarakat memiliki akses terhadap menfaat perawatan kesehatan dasar.
• Semua anak memikmati pelayanan kecukupan nutrisi, pendidikan, dan kesehatan.
• Ada dukungan pendapatan yang ditargetkan bagi masyarakat miskin dan pengangguran dalam periode usia aktif.
• Semua masyarakat usia tua atau cacat menikmati jaminan pendapatan melalui dana pensiun bagi usia tua, kaum difabel, dan korban.

Sumber : https://downloadapk.co.id/