Keluarga Besar SD Muhamamdiyah 1 Ketelan Adakan Syawalan dan Halal Bihalal

Keluarga Besar SD Muhamamdiyah 1 Ketelan Adakan Syawalan dan Halal Bihalal

Keluarga Besar SD Muhamamdiyah 1 Ketelan Adakan Syawalan dan Halal Bihalal

Keluarga Besar SD Muhamamdiyah 1 Ketelan Adakan Syawalan dan Halal Bihalal
Keluarga Besar SD Muhamamdiyah 1 Ketelan Adakan Syawalan dan Halal Bihalal

Keluarga Besar SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengadakan kegiatan syawalan

dan halal bi halal berlangsung di sekolah setempat, Sabtu (22/6/2019).

Acara ini dihadiri oleh 200 tamu undangan dan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Baruno Nasution, S.Pd.I serta tim Musik Yuliarto Wiku Prabowo, SE.

Tampak hadir Pimpinan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Solo Drs. H. Harminto, Drs. H. Muchsin al Rasyid, tokoh masyarakat H. Dedy Purnomo, SS., SH., MH. dan Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan, para undangan berasal dari Purna Tugas,

Suami Istri Anak Guru Karyawan, Driver, Tenaga Lepas Kantin Sehat, Komite Sekolah dan Pengawas Gugus II Koordinator Wilayah III Banjarsari, Drs. H. Mulayanto, M.Pd.
Baca Juga : Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

“Momentum silaturahmi, syawalan dan halal bihalal, semoga dapat menjadi perekat kebersamaan antar warga sekolah, sinergi antar dan antara semua pihak yang berkepentingan dengan sekolah atau Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tidak ada sekat di antara kita, Lebur dalam Halal Bihalal ini. Semoga mampu saling memaafkan dan berjuang bersama memberikan layanan kualitas pendidikan yang diminati masyarakat dan berkemajuan di era industri 4.0, Dengan keteladanan, kita akan jadi guru yang dikenang sepanjang masa,” ungkapnya.

Selaku penceramah dalam kegiatan, mengangkat tema “Perkuat Kebersamaan Raih Keberkahan Syawal”

ini adalah Abdul Hakam Faruq, SHI., M.Ag Komisi Dakwah MUI Surakarta.
Baca Juga : Pendidikan Karakter Dapat Dilakukan Melalui Dasa Dharma Pramuka

Dalam tausyiahnya, ia menyampaikan Idul Fitri : Refleksi Kembali Kehadirat-Nya dan Makna Subtansial Halal bi Halal.

Seperti kata “Lebaran”. Konon, kata yang dipakai untuk hari raya Idul Fitri ini berakar dari kata “jembar/lebar” artinya lapang.

Maknanya, saat hari raya Idul Fitri hati kita harus lapang untuk memberi maaf pada orang yang sudah berbuat kesalahan bagi kita.

“Katakanlah halal bi halal itu merupakan hakikat idul fitri, sehingga semakin banyak dan seringnya kita mengulurkan tangan dan melapangkan dada, dan semakin parah luka hati yang kemudian diobati dengan saling memaafkan, maka semakin dalam pula penghayatan dan pengamalan terhadap hakikat halal bi halal,” jelas Ustaz Hakam, yang juga Funsionaris Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo.

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?pakguru