Kejuruan Parawisata dan Bangunan di BBPLK Medan Dinilai Kompeten

Kejuruan Parawisata dan Bangunan di BBPLK Medan Dinilai Kompeten

Kejuruan Parawisata dan Bangunan di BBPLK Medan Dinilai Kompeten

Kejuruan Parawisata dan Bangunan di BBPLK Medan Dinilai Kompeten
Kejuruan Parawisata dan Bangunan di BBPLK Medan Dinilai Kompeten

–  Peningkatakan skill menjadi sangat penting di tengah perkembangan dunia industri saat ini. Inovasi dan kreatifitas yang dikemas dalam berbagai bentuk jenis pelatihan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Kementerian Ketenagakerjaan menjadi sasaran para pencari kerja untuk meningkatkan ketrampilannya.

BBPLK Medan misalnya, menjadi sarana meningkatkan skill untuk bidang pariwisata dan bangunan. Peserta yang mengikuti pelatihan di BBPLK mayoritas berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Zaki Ihsan Maudi (21), pria asal Aceh ini tertarik mengikuti pelatihan bangunan bidang perkayuan (carpentry). Ia merasa bersyukur bisa mengikuti pelatihan perkayuan karena ia bertekad untuk menjadikan kayu sebagi sumber penghidupannya, kelak.

“Di daerah saya masih banyak kayu yang bisa diolah untuk alat kebutuhan rumah tangga.

Di BBPLK ini, saya mendapat pelatihan dengan tehnik membelah kayu, mengukur dan mengetam. Kayu ini akan kami jadikan sebagai alat pelatihan untuk membuat meja, kursi, lemari, jendela, kusen dan berbagai alat rumah tangga lainnya,” kata Zaki ketika wartawan saat berkunjung ke BBPLK Medan, Rabu, (18/9).

Dengan bekal ilmu yang diperoleh di BBPLK itu, Zaki berniat untuk mengolah kayu dan menjadikannya sebagai sumber penghidupannya. Ia mengaku tertarik mengolah kayu karena saudaranya memiliki usaha perkayuan dan berniat untuk mengembangkannya.

Hal senada juga diungkapkan Mahlim (29). Pria yang juga berasal dari Aceh ini tertarik mengikuti pelatihan carpentry karena menyukai kreasi bidang kayu. Berawal dari aktifitasnya sebagai pembuat kandang ayam dari bambu, ia lantas mengembangkan kreasinya di bidang kayu.

“Untuk mewujudkan kreasi itulah maka saya tertarik mengikuti pelatihan bidang perkayuan.

Saya berharap pemerintah mau membantu permodalan agar bisa membuka usaha ,” katanya penuh harap

Ia mengatakan, selama mengikuti pelatihan, ia bersama dengan delapan orang lainnya yang berasal dari Aceh tinggal di asrama yang disediakan BBPLK Medan. Mereka mengikuti pelatihan selama satu bulan dan selama itupula mereka hidup dengan biaya yang disediakan negara.

Instruktur Bangunan Bidang Perkayuan BBPLK Medan Hekjan Sinaga mengatakan, para peserta

pelatihan carpentry ini bisa langsung kerja atau membuka usaha sendiri karena mereka telah terampil di bidangnya. “Usai pelatihan, mereka pasti terampil sesuai bidangnya dan itu dibuktikan dengan adanya sertifikat yang dimilikinya,” katanya.

Selain Pelatihan Bangunan bidang carpentry, BBPLK Medan juga menyediakan Pelatihan Bangunan bidang Drafter, yakni menggambar dengan sistem dua dimensi (Autocad). Pelatihan ini bertujuan untuk menjadikan pesertanya mampu membuat denah tampak samping kiri-kanan, muka – belakang, gambar rangka atau gambar kuda kuda.

Bahrum Nizam Lubis (26), Alumni Mahasiswa Universitas Sumatera Utara jurusan Mesin ini merupakan salah satu dari 16 peserta yang ikut pelatihan itu mengatakan, ingin mendalami ilmu Autocad agar bisa bekerja sektor bangunan.

Pria asal Medan ini juga menyebutkan, fasilitas pelatihan di BBPLK Medan cukup bagus dan itu disesuaikan dengan kondisi perkembangan tehnik menggambar. Namun demikian, ia mengaku waktu pelatihan yang hanya satu bulan pasti kurang. Sebab yang didapat selama pelatihan hanya mempelajari basic dasar tollbar autocad. Kemudian pelatihan menggambar denah.

 

Baca Juga :