Inilah Hasil Survei PUSAD UMS Terkait Pilpres di Jatim

Inilah Hasil Survei PUSAD UMS Terkait Pilpres di Jatim

Inilah Hasil Survei PUSAD UMS Terkait Pilpres di Jatim

Inilah Hasil Survei PUSAD UMS Terkait Pilpres di Jatim
Inilah Hasil Survei PUSAD UMS Terkait Pilpres di Jatim

Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah Surabaya

(UMS) menggelar rilis hasil riset politik dan Seminar di Tower lt.13 pada Kamis (28/3/2019).

Dihadiri kurang lebih 150 peserta tersebut, disajikan oleh Eko Sasmito, mantan Ketua KPUD Jawa Timur, Putri Aisyiyah, pakar komunikasi politik Unesa, dan Dikky Syadqomulloh sebagai. Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 baik pemilihan legislatif DPR-RI, DPD-RI, DPRD Kabupaten/Kota hingga Pemilihan Presiden akan berlangsung kurang dari satu bulan lagi. Di sisi lain, berbagai fenomena terjadi. Mulai dari netralitas penyelenggara Pemilu, hingga isu gender dan isu agama menjadi varian yang menarik dalam membahas demokratisasi di Jawa Timur.

PUSAD UMS merupakan pusat studi yang mengawal gerakkan anti-korupsi dan jalannya

demokrasi yang luber dan jurdil mencoba melihat lebih dalam fenomena tersebut dalam riset politik.

Survei dilaksanakan 5-20 Maret 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 1067 responden atau dengan tingkat toleransi (standart of error / d ) 3 % dan tingkat kesalahan (α) penelitian ini adalah 5%. Teknik pengambilan sample memakai Multi-stage Random Sampling. Dimana, lokasi diambil di 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Kemudian, masing-masing Kabupaten/Kota diambil 4-5 Kecamatan untuk dijadikan sample penelitian secara proporsional.

Selain itu, metode penelitian kualitatif digunakan untuk memperkuat pendekatan studi pustaka dan memperkuat paradigma survey PUSAD UMSurabaya.

“Terkait dengan elektabilitas partai Politik, PUSAD UM Surabaya menemukan bahwa prosentase

keterpilihan PDI-P, PKB, dan Partai Gerindra sebagai parpol dengan tingkat elektabilitas tertinggi, Faktor dominan dari keterpilihan ketiga parpol tersebut di Jawa Timur lebih dominan disebabkan faktor pengusungan Capres-Cawapres pada Pemilu 2019,” ujar Direktur Eksekutif PUSAD UMSurabaya, Satria Unggul W.P. Sedangkan, pilihan partai politik masyarakat Jawa Timur beragama Islam didominasi oleh PDI-Perjuangan sebanyak 36,10%, dilanjutkan oleh Gerindra sebanyak 20,70%, dan PKB sebanyak 12,6%.

Sementara itu, terkait dengan elektabilitas Capres-Cawapres di Jawa Timur, Jokowi-Maruf unggul dengan 56,8%, disusul Prabowo-Sandiaga Uno sebanyak 38,3%, dan belum memilih 4,9%. Penentuan sikap politik masyarakat Jawa Timur sebesar 95,1%. Tidak terjadi perubahan signifikan untuk Pilihan di Pilpres 2014 ke Pilpres 2019, artinya di masing-masing Capres-Cawapres mempunyai modal pengalaman berkontestasi serta memiliki pendukung yang relatif kuat.

 

Sumber :

https://write.as/mbxkqf3kxszduekk.md