Ihram, Thawaf dan Sa’i Pengaplikasiannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ihram, Thawaf dan Sa'i Pengaplikasiannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ihram, Thawaf dan Sa’i Pengaplikasiannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ihram, Thawaf dan Sa'i Pengaplikasiannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Ihram, Thawaf dan Sa’i Pengaplikasiannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ihram

Kesucian diri dengan mengontrol keinginan dan nafsu.
Langkah pertama untuk menjadi manusia sempurna adalah keupayaan diri untuk mengontrol diri, dari keinginan dan hawa nafsu. Dalam ihram seseorang diharamkan dari memakai sesuatu yang halal. Ini merupakan gambaran bahwa seorang individu harus dapat mengontrol antara keperluan dan keinginan. Seorang yang sukses adalah individu yang dapat melihat antara keperluan dan keinginan. Berarti Ihram adalah bagaimana seseorang dapat mengontrol diri dari memakai kekayaan yang berlebihan, memakai kekuasaan semau-gue, memakai sesuatu milik dengan tidak berguna , mubazir, dan lain sebagainya. Konglomerat ihram adalah konglomerat dan orang kaya yang memakai kekayaan tanpa kemewahan Pemimpin , pejabat dan penguasa ihram adalah pemimpin, dan penguasa yang dapat memakai wewenang kekuasaan hanya untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk meraih keuntungan pribadi. Angota dewan yang ihram adalah angota dewan yang mengeluarkan undang-undang dan peraturan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan diri, partai atau kelompok tertentu. Kontraktor ihram adalah kontraktor yang tidak melakukan mark-up dalam proyek, dan lain sebagainya. Pribadi yang ihram adalah pribadi yang selalu memakai waktu dengan sebaik-baiknya, bukan untuk permainan dan hiburan, mempergunakan kekayaan dengan sebaik-baiknya, bukan berbelanja sepuas-puasnya, selalu memperhatikan mana yang merupakan keperluan( need ) dan mana yang bersifat keinginan (want ), terhindar dari sifat ” mubazir” dan ” lagha ” ( perbuatan, perkataan sia-sia ). Inilah kunci dan syarat pertama untuk menjadi manusia ‘mabrur”, manusia sempurna.

Thawaf

Hidup dalam lingkaran ibadah.
Thawaf adalah mengelilingi ka’bah tujuh kali. Ini merupakan gambaran dari setiap individu yang ingin mencapai titik kesempurnaan hidup agar dapat menjadikan seluruh kegiatan dan aktivitasnya dalam rangka ibadah, pendekatan diri kepada Tuhan. Thawaf juga bermakna bahwa segala gerak dan langkah hanya dilakukan dalam kerangka syariah, hukum-hukum dan perintah Tuhan. Manusia adalah bagian daripada alam semesta, dan alam dengan seluruh planetnya malakukan thawaf demikian juga malaikat melakukan thawaf di Baitul Makmur, maka manusia juga secara fisik, rohani, pemikiran, kejiwaaan dan sistem kehidupan harus tawaf kepada Allah.

Penjelasan

Thawaf dalam tujuan mencari petunjuk Ilahi untuk meniti kehidupan. Thawaf juga bermakna selalu melihat dan memperhatikan ( muhasabah ) diri apakah seluruh aktifitas keduniaan kita dari belajar, mengajar, berniaga, berpolitik, berbudaya, apakah sudah dalam kerangka hukum-hukum Allah dan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Apakah setiap langkah yang kita lakukan selama tujuh hari tujuh malam, baik di atas bumi ataupun diatas langit semuanya mengacu kepada mencari keridhaan Allah. Individu yang dapat melakukan thawaf kehidupan ini merupakan manusia sempurna di depan Allah, sebab semua gerak dan langkah hanya untuk beribadah kepadaNya, sebab tujuan hidup seorang muslim adalah untuk beribadah kepadaNya dalam arti yang seluas-luasnya. Politikus tawaf adalah politikus yang melakukan segala langkah politik untuk tujuan yang suci, sehingga politik mrupakan ibadah. Bisnisman thawaf adalah peniaga yang mengembangkan ekonomi dalam sistem syariah dan menjadikan kegiatan bisnis bagian daripada ibadah. Pendidik dan ilmuwan yang thawaf adalah mereka yang melakukan aktifitas keilmuan sebagai ibadah kepada Allah.

Sai

Meningkatkan etos kerja sebagai khalifah.
Manusia mendapat tugas menjadi khalifah di muka bumi, sehingga seluruh kekayaan alam dapat menjadi modal yang berguna bagi kehidupan manusia Khalifah adalah menguasai bumi, dengan kerja keras. Itulah yang digambarkan dalam ibadah Sai, berjalan dan berlari-lari kecil dari bukit Safa menuju bukit Marwa. Sudah menjadi sunatullah, siapa yang mempunyai etos kerja yang tinggi maka dia akan menguasai dunia, baik dia itu seorang muslim, kafir, atau atheis. Penguasan dunia tidak mungkin di dapat dengan beribadah, berzikir, dan berdoa semata-mata tetapi harus dilakukan dnegan penguasaan ilmu , kerja yang professional, bekerja keras, disiplin dan ketabahan, dengan manajemen yang rapi, dan semangat pantang menyerah.
Penguasaan dunia ( khalifah ) hanya dapat dicapai dengan landasan keilmuan, yang diperoleh melalui riset dan penelitian, ( istikhlaf ) diaplikasikan dalam inovasi teknologi ( taskhir ) yang dipergunakan untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat global ( isti’mar ). Hal ini hanya dapat dicapai dengan etos kerja yang tinggi, semangat membaja, sebagaimana Siti Hajar berusaha untuk menaklukkan bukit safa dan marwa seorang diri di tengah padang pasir yang tandus.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/khutbah-hari-raya-idul-fitri-menjaga-hati-tiga-pesan-ramadhan/