Hubungan Pengawetan Kayu degan Faktor Perusak Kayu
Umum

Hubungan Pengawetan Kayu degan Faktor Perusak Kayu

Hubungan Pengawetan Kayu degan Faktor Perusak KayuHubungan Pengawetan Kayu degan Faktor Perusak Kayu

Setelah adanya pengetahuan bahwa faktor perusak kayu utamanya ialah jenis makhluk hidup tertentu, maka kayu jelas dapat dilindungi dengan cara mengawetkan. Nilai pakai kayu itu sendiri akan lebih awet dan tahan terhadap perusak-perusak yang telah dijelaskan sebelumnya. Caranya ialah dengan memasukkan bahan-bahan pengawet yang beracun kedalam kayu. Pengawetan kayu secara umum berarti suatu usaha untuk menaikkan keawetan kayu dan umur pakai-nya. Sehingga keperluan akan kayu akan lebih terpenuhi.

 

Kayu yang memiliki umur pendek dalam penggunaannya dapat diperpanjang sesuai dengan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, pengawetan kayu selalu ditunjukkan pada kayu berkeawetan rendah. Kayu berkeawetan rendah tersebutlah yang daya tahannya perlu peningkatan untuk tujuan pemakaian. Bagian terpenting dalam pengawetan kayu adalah memberikan bahan racun ke dalam jenis kayu untuk melindungi dari serangan organisme perusak kayu. Prinsip memasukkan bahan pengawet (wood presenvatif) sampai saat ini menunjukan hasil yang terbaik. Umumnya, industri pengawetan kayu menggunakan prinsip yang sama, hanya bahan pengawet, cara atau proses dalam memasukkan ke dalam kayu saja yang terdapat perbedaan (Dumanauw, 1990).
Ada berbagai alasan manusia melakukan pengawetan kayu. Alasan tersebut antara lain karena hal sebagai berikut (Dumanauw, 1990):
  • Kayu dengan kelas keawetan tinggi secara alami hanya tersedia dalam jumlah yang sangat sedikit dan sukar diperoleh dalam jumlah yang banyak, serta memiliki harga yang mahal
  • Kayu dengan kelas awet III hingga V cukup banyak dan mudah diperoleh dengan jumlah lebih banyak serta dapat dikerjakan dengan mudah. Selain itu, segi keindahannya cukup tinggi. Akan tetapi, lebih efisien melakukan pengawetan pada kayu kelas ini karena faktor keawetan yang dimilikinya kurang
  • Di lain denganĀ  dengan pengawetan kayu orang berusaha mendapatkan keuntungan finansial.

Ada berbagai macam tujuan pengawetan kayu. Tujuan-tujuan tersebut antara lain (Dumanauw, 1990):

  1. Kayu yang memiliki umur penggunaan yang tidak panjang dapat menjadi panjang dengan memperbesar nilai keawetan
  2. Memanfaatkan pemakaian jenis-jenis kayu yang berkelas keawetan rendah dan sebelumnya belum pernah digunakan dalam pemakaian, mengingat sumber kayu di Indonesia memiliki potensi hutan yang cukup luas dan banyak aneka jenis kayunya.
  3. Pengangguran dapat diatasi dengan munculnya industri pengawetan kayu akan memberi lapangan pekerjaan.

Sumber: https://obatpenggemukbadan.id/xiaomi-redmi-note-5a-hanya-rp14-juta-kompetitif/