Fungsi Motivasi

Fungsi Motivasi

Fungsi Motivasi

Fungsi Motivasi
Fungsi Motivasi

Lebih lanjut Hamalik (2004: 161), mengemukakan tentang fungsi motivasi yaitu

Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.

       Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.

Motivasi berfungsi sebagai pengarah.

       Artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan

Motivasi berfungsi sebagai penggerak.

       Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.

Proses belajar dalam pelaksanaannya sangat memerlukan motivasi, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Hamalik (2004: 162 – 163), membagi motivasi menjadi 2 jenis yaitu

Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang sebenarnya yang timbul dalam diri siswa sendiri dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional, seperti keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu.

Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor – faktor dari luar situasi belajar,  seperti penghargaan, persaingan dan hukuman.

Keinginan, tujuan, dan kebutuhan dalam diri seseorang akan berbeda dengan yang lain. Dorongan atau motivasi yang terdapat dalam diri seseorang dapat dilihat dari karakteristik individu atau orang itu sendiri.

Adapun karakteristik individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, yaitu

Menyukai situasi atau tugas yang menuntut tanggung jawab pribadi atas hasil – hasilnya dan bukan atas dasar untung – untungan, nasib atau kebetulan

Memilih tujuan yang realistis tetapi menentang dari tujuan yang terlalu mudah dicapai atau terlalu besar resikonya.

Mencari situasi atau pekerjaan dimana ia memperoleh umpan balik dengan segera dan nyata untuk menentukan baik atau tidaknya hasil pekerjaannya.

Senang bekerja sendiri dan bersaing untuk mengungguli orang lain.

Mampu menangguhkan pemuasan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.

Tidak tergugah untuk sekedar mendapatkan uang, status, atau keuntungan lainnya, ia akan mencarinya apabila hal – hal tersebut merupakan lembaga prestasi, suatu ukuran keberhasilan (Djaali,2008: 109 – 110).

Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan belajar merupakan usaha untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang keberhasilannya diukur dengan prestasi.

Adanya dorongan dari dalam diri seseorang untuk belajar merupakan bentuk dari motivasi. Motivasi berprestasi berarti seorang siswa mempunyai kemauan, dorongan, untuk menggerakkan atau mengarahkan tenaga untuk melakukan aktivitas yang mendukung terwujudnya tujuan belajar, serta bersemangat dalam menghadapi segala tantangan dan hambatan pada diri seorang mahasiswa untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Tingginya prestasi yang diraih dipengaruhi oleh tingginya motivasi berprestasi yang dimiliki.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html