Donasi Corona Apple Sumbang 1,9 Juta Masker N95 untuk Tenaga Medis
Teknologi

Donasi Corona: Apple Sumbang 1,9 Juta Masker N95 untuk Tenaga Medis

Donasi Corona: Apple Sumbang 1,9 Juta Masker N95 untuk Tenaga Medis

 

Donasi Corona Apple Sumbang 1,9 Juta Masker N95 untuk Tenaga Medis
Donasi Corona Apple Sumbang 1,9 Juta Masker N95 untuk Tenaga Medis

Apple menyumbangkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker N95 sebanyak 1,9 juta kepada petugas medis yang

ada di New York untuk merawat para pasien yang positif mengidap Corona COVID-19 di New York, Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan langsung Gubernur New York Andrew Cuomo melalui postingannya di Twitter, pada Rabu (1/4/2020), demikian seperti dilansir CNBC, hari ini (2/4/2020).

“Kami sangat berterima kasih kepada Apple atas pemberian persediaan APD yang sangat dibutuhkan ini,” tweet Cuomo.

“APD mengacu pada alat pelindung diri yang dibutuhkan petugas medis untuk merawat pasien yang sakit,” tambahnya.

CEO Apple Tim Cook menyatakan, sebelumnya perusahaannya telah membeli 10 juta masker untuk komunitas medis di Amerika Serikat.

 

Namun, masker yang tersedia masih kurang, sementara para profesional medis juga meminta peralatan tambahan

 

untuk melindungi diri mereka sendiri saat merawat pasien yang mungkin menderita COVID-19.

Gubernur Alabama Kay Ivey pada Sabtu (28/3/2020) lalu melalui akun twitternya juga menginformasikan tentang Apple yang telah menyumbangkan sejumlah 63.000 masker N95 untuk tenaga medis di wilayahnya.

Selain itu, CEO Tim Cook juga telah mendonasikan dana 7 juta dolar AS (sekitar Rp118 miliar) untuk kebutuhan alat medis di Cina, demikian seperti dilaporkan CNBC yang mengutip Reuters.

CNET mewartakan, beberapa minggu setelah Apple membuka kembali toko ritelnya di Cina, Apple juga telah menyumbangkan sebanyak 50 juta yuan (7,04 juta dolar AS) untuk memerangi wabah virus corona serta mendukung pemulihan Cina.

Sumbangan awal perusahaan ini sebesar 20 juta yuan (sekitar 2,82 juta dolar AS) yang diberikan ke enam rumah sakit di provinsi Hubei, pusat penyebaran virus corona bermula. Hingga Rabu (1/4/2020), sekitar 3.200 orang di Hubei meninggal dunia karena virus COVID-19 tersebut.

Pada bulan Februari lalu, Apple menyatakan, kemungkinan perusahaannya akan kehilangan pendapatan kuartalannya karena dampak wabah corona, menurunnya permintaan, serta pengurangan produksi di negara tersebut.

 

Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence memuji Apple karena telah menyumbangkan 2 juta masker N95 dan

 

10 juta masker ke beberapa wilayah di AS.

Virus corona jenis baru atau COVID-19 yang dapat berkembang menjadi penyakit pernapasan ditemukan di Wuhan, Cina, pada November 2019 dan hingga kini telah menyebar ke seluruh dunia.

Hingga Kamis pagi, data Johns Hopkins CSSE melaporkan, virus ini telah menginfeksi lebih dari 932.000 orang dan menyebabkan lebih dari 46.000 kematian secara global.

Baca Juga: