Demo di Depan Kampus Ricuh, Mahasiswa Jadi Bulan-bulanan Aparat

Demo di Depan Kampus Ricuh, Mahasiswa Jadi Bulan-bulanan Aparat

Demo di Depan Kampus Ricuh, Mahasiswa Jadi Bulan-bulanan Aparat

Demo di Depan Kampus Ricuh, Mahasiswa Jadi Bulan-bulanan Aparat
Demo di Depan Kampus Ricuh, Mahasiswa Jadi Bulan-bulanan Aparat

Aksi demo yang dilakukan ribuan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) menuntut pemangkasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sempat ricuh. Beberapa peserta aksi mencoba menerobos masuk dengan cara memecahkan kaca pintu gedung rektorat.

Akibatnya, sempat terjadi bentrok antara pihak kampus, petugas kepolisian dan peserta aksi yang berujung pada pemukulan dua mahasiswa Unsri.

Wakil Presiden Mahasiswa Unsri, Bay menuturkan, akan melaporkan insiden pemukulan tersebut.

“Ya kita sepakat akan melaporkan pemukulan dua mahasiswa Unsri oleh petugas kepolisian,

kita akan terus mengejar pelaku pemukulan tersebut dan kita akan mengawal kasus itu hingga tuntas,” ujarnya.

Diketahui, dua peserta aksi yaitu Dedi Satria dan M. Agus Harianto mencoba masuk ke dalam gedung rektor dengan cara memecahkan kaca pintu. Keduanya sempat diamankan oleh petugas ke dalam ruangan.

Sebelumnya, Universitas Sriwijaya (Unsri) juga terpaksa melaporkan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ke pihak kepolisian terkait dugaan melakukan pengancaman, melakukan ujaran kebencian dan mempermalukan pihak universitas di depan umum.

Hal tersebut diketahui setelah tersebar di media sosial surat pembekuan status salah satu mahasiswa

Unsri atas nama Rahmad Farizal bernomor 1251/UN9/DT.PE/2017.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa yang bersangkutan diduga telah mengorganisir kegiatan demonstrasi yang berisikan ujaran kebencian terhadap rektor, mengancam membakar aset negara, mempermalukan rektor dan senat Universitas Sriwijaya dalam acara resmi serta pelanggaran hukum/undang-undang dan etika.

Wakil Rektor III UNSRI, Mohammad Zulkarnain membenarkan tentang adanya laporan pihak Unsri

kepada Polres Ogan Ilir. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kedepan.

“Iya memang ada mahasiswa yang kita laporkan terkait video yang mengancam mau bakar gedung rektorat. Nanti kita yang salah jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, makanya kita laporkan,” ujar Zulkarnain.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak