Akademisi: Jabar Butuh Pemimpin Yang Peduli Pendidikan

Akademisi Jabar Butuh Pemimpin Yang Peduli Pendidikan

Akademisi: Jabar Butuh Pemimpin Yang Peduli Pendidikan

Akademisi Jabar Butuh Pemimpin Yang Peduli Pendidikan
Akademisi Jabar Butuh Pemimpin Yang Peduli Pendidikan

Komitmen pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Hasanah, Tubagus Hasanuddin

(Kang Hasan) dan Anton Charliyan (Kang Anton) pada sektor pendidikan mendapat apresiasi dari praktisi dan akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Profesor Uyu Wahyudin.

Menurut Uyu, visi misi pasangan dengan jargon Hasanah ini yakni Sawelas Asih sangat merakyat dan formula tepat untuk membawa Jawa Barat ke arah yang lebih baik.

“Saya menilai Hasanah adalah pasangan ideal yang memiliki kapasitas dan kemampuan membawa Jawa Barat lebih baik. Kang Hasan atau Kang Anton juga memiliki kemampuan baik dibidang pemerintahan, keamanan maupun pendidikan,” kata Uyu di Bandung, Kamis(15/3).

Dikatakan Uyu, Kang Hasan berkarir di bidang militer hingga puncaknya masuk pada lingkaran Istana

hampir 11 tahun. Dimulai saat Kang Hasan menjadi Ajudan Wakil Presiden Try Sutrisno, Kemudian Ajudan Presiden Habibie dan Gusdur hingga menjadi Sekretaris Militer pada masa Presiden Megawati dan Soesilo Bambang Yhudoyono (SBY).

Kemudian, kata dia, Kang Anton yang merupakan mantan Kapolda Jawa Barat tentunya sangat memahami karakter dan situasi keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tatar Pasundan.

“Ini menarik lantaran baru pertama kali pasangan gubernur dan wakil gubernur terdiri dari TNI dan Polri. Selain itu, dengan pengalaman Kang Hasan yang pernah mendampingi kepala negara, tentunya ini menjadi bekal bila nanti insya allah menjadi pemimpin Jawa Barat,” imbuhnya.

Menurut Uyu, masyarakat Jabar sangat membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan rasa aman

. Apalagi, kata Uyu, saat ini marak isu radikalisme, terorisme dan aksi-aksi kejahatan lain yang tentunya membutuhkan sosok yang mampu mengantisipasi hal tersebut.

Selain itu, dengan latar belakang militer dan TNI berpangkat jendral tentu sangat memudahkan dalam memberi kebijakan lantaran satu komando.

“Tetapi beliau tidak otoriter, lantaran mampu menempatkan diri, kapan harus berkompromi, kapan harus tegak lurus,” ujar dia.

Uyu juga menyoroti soal pendidikan di Jawa Barat yang juga menjadi konsen pasangan Hasanah. Menurutnya dengan program unggulan yang dimiliki Hasanah, yakni Sakola Gratis mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA sehingga akan berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.

Saat ini, kata Uyu, catatan kualitas kualitas pendidikan di Jabar cukup memprihatinkan. Angka partisipasi sekolah di Jabar rendah, angka putus sekolah tertinggi, dan rata-rata lama sekolah juga buruk.

Padahal, imbuhnya, dunia usaha sangat berkepentingan terhadap pendidikan berkualitas karena mereka membutuhkan tenaga kerja handal. Karena itulah, kualitas pendidikan yang baik bisa menyelesaikan juga masalah perekonomian di Jabar.

“Bahkan lulusan SLTA Jabar hanya nomor dua diatas Papua, kan ini ironis. Maju mundurnya sebuah bangsa ditentukan pendidikan, runtuhnya pendidikan tinggal menunggu runtuhnya negara. Itulah mengapa kita harus memilih pemimpin yang komitmen pada dunia pendidikan,” tegasnya.

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-pasar-modal/