Acara Debat Capres

Acara Debat Capres

Acara Debat Capres

Acara Debat Capres
Acara Debat Capres

Pada hari Kamis (18/6) kemarin beberapa stasiun televisi menayangkan acara Debat Calon Presiden 2009 yang digagas oleh Komisi Pemilihan Umum dengan mengambil tema : “Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM.” Acara yang semula diharapkan dapat berlangsung menarik dan dapat memberikan pencerahan politik kepada masyarakat ternyata tidak sepenuhnya mendapat respons positif dari masyarakat.

Berdasarkan penelusuran penulis melalui Google, inilah beberapa tanggapan yang disampaikan dalam beberapa media online ternama.

1. Jakartapress.com – “Debat Capres 2009 Tidak Bermutu”

“Kampanye debat perdana calon presiden (capres) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Studio Trans TV, Kamis (18/6) malam, dinilai tidak bermutu. Sebab, yang namanya debat itu, ya antar capres saling mengajukan pertanyaan dan mempertahankan argumennya masing-masing, bukan moderator yang bertanya. Ini namanya capres menjawab moderator, bukan debat capres.”

2. Public.Kompasiana- “Debat Capres Putaran Pertama: Tidak Cerdas dan Menjemukan”

“Awalnya sangat ditunggu, tapi akhirnya mengecewakan. inilah komentar singkat tentang debat calon presiden putaran pertama tadi malam. Normatif, miskin gagasan segar, seragam dan tidak ada saling serang menjemukan”

3. Liputan6 : “Debat Capres Monoton”

“Debat calon presiden digelar Komisi Pemilihan Umum, Kamis (18/6) malam, di sejumlah stasiun televisi swasta menjelang pemilihan presiden 8 Juli mendatang. Namun, debat yang dipandu Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan dan presenter Helmi Yahya itu hampir tidak ada sesuatu yang baru dan mengejutkan dari ketiga capres.

4. VIVANEWS: “Baru Janji dan Hanya Sekedar Angka”

“Debat calon presiden dilaksanakan tadi malam, Kamis 18 Juni 2009 tak hanya menuai kritik dan kekecewaan masyarakat yang sebelumnya membayangkan debat berlangsung seru. Materi yang diperdebatkan Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla masih di awang-awang dan tak kongkrit.

5. Banjarmasin Post “DebatCapres, Apa Lomba Pidato Ya?”

“KALI pertama dalam sejarah pemilu di Indonesia, para calon presiden (capres) 2009-2014 mengikuti debat terbuka, Kamis (18/6) malam. Selain capres, para cawapres juga diwajibkan beradu argumentasi. Sayang, dalam debat pertama capres bertajuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM itu tidak disertai debat yang sesungguhnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan sesi para calon mengajukan pertanyaan kepada calon lain.

6. Sriwijaya Post – “Debat Capres Adem Ayem”

“Debat pertama Capres 2009 yang digelar KPU Pusat pertama, Kamis (18/6) malam, berlangsung adem ayem. Tidak terjadi ketegangan atau adu argumen antara Megawati, SBY, dan JK. Ketiganya justru saling mendukung program yang akan dilaksanakan jika terpilih jadi presiden.

7. SUARA MERDEKA CYBERNEWS – “Debat Capres Tanpa Perdebatan”

“Debat calon presiden (Capres) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Kamis malam, nyaris tanpa perdebatan. Pengamat politik dari Universitas Indonesia Profesor Iberamsjah bahkan menilai acara yang disiarkan langsung di televisi itu lebih seperti forum penyampaian visi misi daripada debat. Namun, menurut Iberamsjah, model debat yang tanpa perdebatan itu mungkin yang diinginkan para capres yang tidak ingin terlibat saling serang dan debat kusir.

8. Pemilu.okezone.com- “Debat Capres 2009 Tak Natural & Terkesan Menghapal”

“Kritikan terhadap debat capres putaran pertama yang digelar Kamis malam terus bermunculan. Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung menilai, debat semalam tidak alami. “Ketiga capres semalam itu menunjukkan bahasa tubuh yang tidak natural. Karena ketiganya terlihat nampak menghapalkan apa yang akan ditanyakan. Sehingga terlihat kaku,” kata Rocky saat mengahadiri sebuah diskusi di DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2009)

Ketidakpuasan atas jalannya acara Debat Capres 2009 putaran pertama ini tak terkecuali disampaikan pula oleh para blogger maupun komunitas jejaring sosial, yang bisa Anda telusuri sendiri melalui mesin pencari yang ada.

Secara pribadi, saya pun memandang acara Debat Calon Presiden yang digelar kemarin itu tak ubahnya seperti acara monolog yang narcisistik Mereka lebih asyik berbicara tentang dirinya dan menganggap benar menurut dirinya sendiri. Selain itu, terkesan pula para capres ini tidak suka mendebat sekaligus juga tidak suka didebat, serta lebih senang “ngomongin” orang di belakang, ketimbang berbicara terus terang di hadapan orangnya.

Apakah sikap dan cara seperti ini akan dibawa ketika salah satu diantara mereka terpilih menjadi Presiden? Mudah-mudahan saja tidak demikian dan semoga saja dalam acara Debat Calon Presiden 2009 berikutnya, kita bisa melihat lebih dalam sosok dari para Calon Presiden kita tentang sejauhmana komitmen, kualitas intelektual dan kualitas emosionalnya yang tereksplorasi melalui perdebatan yang elegan dan menggairahkan. Saya pikir itulah debat yang dapat mencerdaskan.